Pengurus Baru MUI Barito Kuala Dikukuhkan, Didorong Jadi Penguat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045

Lensa Kalimantan
, 2/10/2026 03:59:00 PM WIB Last Updated 2026-02-10T08:59:00Z
---

 


Marabahan — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Kuala resmi mengukuhkan kepengurusan masa khidmat 2026–2031 dalam kegiatan Pengukuhan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar di Aula Selidah Kantor Bupati Barito Kuala, Selasa (10/2/2026).


Mengusung tema “Perkokoh Semangat Persatuan, Songsong Indonesia Emas 2045”, agenda ini menjadi momentum awal konsolidasi organisasi sekaligus penegasan peran strategis MUI sebagai mitra pemerintah dalam membangun kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.



Kegiatan tersebut dihadiri Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala M. Wahyu Adibawono yang mewakili Bupati Barito Kuala, Sekretaris Umum MUI Provinsi Kalimantan Selatan KH Nasrullah AR, Ketua MUI Barito Kuala KH M. Abda’i Rathami, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Kuala KH Anwar Hadimi, serta para tokoh agama dan undangan lainnya.


Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qori H. Muhammad Jabir, dilanjutkan doa oleh Ustadz Abdurrahman sebelum memasuki rangkaian sambutan dan pengukuhan.


Sekretaris Umum MUI Barito Kuala Ustadz Andin Arif Munandar Nasa’i mengatakan, pengukuhan ini tidak hanya menjadi simbol legalitas kepengurusan, tetapi juga langkah awal merumuskan arah gerak organisasi.


“Rakerda ini bertujuan menyusun program strategis agar MUI semakin nyata dalam membina umat, menjaga ukhuwah, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan moral dan spiritual masyarakat,” ujarnya.


Ia menekankan pentingnya kekompakan pengurus serta kolaborasi lintas organisasi dan pemerintah daerah agar setiap program memberikan dampak langsung bagi umat.


Sekretaris Umum MUI Provinsi Kalimantan Selatan KH Nasrullah AR menegaskan bahwa pengukuhan harus dimaknai sebagai titik awal kerja nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.


“Pengukuhan ini adalah starting point. Setelah terbentuk, pengurus harus segera melakukan konsolidasi organisasi hingga tingkat desa agar program keumatan benar-benar berjalan,” kata Nasrullah.


Menurut dia, MUI merupakan “tenda besar” umat Islam yang menaungi berbagai organisasi dan latar belakang.


“Di dalam MUI ada Muhammadiyah, NU, Al-Irsyad, Al-Wasliyah dan lainnya. Karena itu, kebersamaan harus dijaga. Perkuat kemitraan dengan pemerintah, Forkopimda, kepolisian, dan seluruh elemen,” ujarnya.


Ia menambahkan, meskipun MUI bukan lembaga eksekutif, organisasi ini memiliki peran strategis dalam memberikan pertimbangan keagamaan, sosial, hingga kebijakan publik.


Ketua MUI Kabupaten Barito Kuala KH M. Abda’i Rathami menyampaikan komitmen kepengurusan baru untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan umat.


“Ini kesempatan bagi kami memberikan sumbangsih pemikiran dan tenaga demi kemajuan umat Islam di Barito Kuala. Kami akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah karena sinergi ulama dan umara menjadi kunci terciptanya daerah yang maju, aman, dan damai,” katanya.


Sementara itu, sambutan Bupati Barito Kuala yang dibacakan Plh Sekda M. Wahyu Adibawono menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap peran MUI.


“Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami mengucapkan selamat kepada pengurus baru. Semoga semakin memantapkan silaturahmi dan sinergi antara ulama dan umara serta mampu menjalankan fungsi pembinaan umat secara optimal,” ujarnya.


Susun Program Lima Tahun ke Depan

Usai pengukuhan, MUI Barito Kuala langsung menggelar Rakerda perdana untuk menyusun arah program lima tahun mendatang. Kepengurusan baru terdiri dari sekitar 70 orang dengan 10 komisi bidang kerja.


Menurut KH Abda’i Rathami, setiap komisi memiliki fokus program masing-masing, mulai dari pendidikan, fatwa, ekonomi umat hingga bidang sosial kemasyarakatan.


“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan mendukung program-program yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” katanya.


Melalui pengukuhan dan Rakerda ini, MUI Barito Kuala diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai pengayom umat sekaligus penjaga persatuan dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

#lala

Komentar

Tampilkan

Terkini