BANJARMASIN, – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Warung Balapak di kawasan Benua Anyar, Banjarmasin, Sabtu (28/3/2026). Di tepi aliran sungai yang tenang, keluarga besar mendiang tokoh adat Dayak Kalimantan Selatan, almarhum H. Abdul Kadir, berkumpul dalam momen spesial perayaan ulang tahun ke-19 putri beliau, Noor Jannah.
Acara yang digelar bertepatan dengan suasana syawal ini sekaligus menjadi ajang halalbihalal bagi Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Selatan dan sejumlah organisasi kemasyarakatan lainnya.
Tampak hadir memberikan restu langsung, Ketua DAD Kota Banjarmasin John Feser, Sekretaris PERPEDAYAK Ferry, perwakilan ADKAB, hingga Ketua Pemuda Islam Kalsel, Rolly Irawan. Kehadiran para tokoh ini seolah menegaskan bahwa warisan silaturahmi yang ditinggalkan almarhum H. Abdul Kadir tetap terjaga dengan erat.
Acara dibuka dengan doa bersama yang khidmat. Noor Jannah, yang kini genap berusia 19 tahun, tampak didampingi oleh sang ibunda, Bunda Jennah, saat prosesi syukur berlangsung.
"Kami berharap semoga Noor Jannah sukses ke depannya. Doa kami sebagai orang tua akan selalu menyertai setiap langkahnya," ujar Bunda Jennah dengan nada haru.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran rekan-rekan perjuangan almarhum suaminya dan para kerabat.
"Terima kasih kepada teman-teman yang menyempatkan hadir. Semoga silaturahmi dengan rasa kekeluargaan yang tinggi ini terus berlanjut hingga generasi berikutnya," tambahnya.
Harapan senada datang dari Sekretaris PERPEDAYAK, Ferry. Mewakili organisasi, ia mendoakan agar Noor Jannah tumbuh menjadi pribadi yang berbakti.
"Kami keluarga besar Perpedayak mengucapkan selamat ulang tahun ke-19 untuk Ananda Noor Jannah. Semoga sehat selalu, terus disayangi orang tua, dan segala cita-citanya dapat tercapai," tutur Ferry.
Suasana semakin hangat saat Syarifah Assegaf, salah satu tamu istimewa yang hadir, memberikan untaian doa bagi sang pemilik hajat.
"Saya mendoakan semoga Noor Jannah panjang umur, murah rezeki, dan segera mendapatkan jodoh yang terbaik. Semoga segala hajatnya dikabulkan dan selalu dalam lindungan Allah SWT," ucap Syarifah.
Setelah sesi doa dan pemberian selamat, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan siang bersama dengan menu khas tepian sungai. Kemeriahan semakin terasa saat para tamu undangan berbaur dalam sesi hiburan karaoke, menciptakan momen kebersamaan yang santai namun penuh makna.
Perayaan ini bukan sekadar seremoni pertambahan usia, melainkan simbol kuatnya ikatan persaudaraan antar-tokoh adat dan pemuda di Kalimantan Selatan yang terus terjaga meski sang tokoh utama, H. Abdul Kadir, telah tiada.(@tim)


