AMUNTAI – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui pendampingan dan pengawasan terhadap sektor pertanian. Salah satunya dilakukan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), yang melaksanakan monitoring perkembangan lahan jagung swasembada di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 11.30 WITA tersebut dipimpin personel Polsek Banjang dengan melakukan pengecekan langsung terhadap lahan jagung binaan Polri milik warga setempat. Monitoring dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan kepada petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Kapolsek Banjang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan, khususnya komoditas jagung yang menjadi salah satu sektor strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
"Lahan yang kami monitor berada di Desa Pulau Damar dengan luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi. Lahan tersebut dikelola oleh Sadikin dan menjadi bagian dari kelompok tani binaan Polri," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung yang ditanam pada 12 Mei 2026 menggunakan benih hibrida Bisi 18 menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Memasuki usia tanam 44 hari, tinggi tanaman rata-rata telah mencapai 45 hingga 55 sentimeter.
Pada lahan tersebut digunakan sekitar 100 kilogram benih jagung pakan dengan dukungan pemupukan menggunakan NPK 16-16-16 dan dolomit. Sementara untuk pengendalian gulma, petani memanfaatkan herbisida jenis Basmilang. Seluruh proses budidaya masih dilakukan secara manual dengan memaksimalkan tenaga kerja dan peralatan sederhana yang tersedia.
Kapolsek menambahkan, jika kondisi cuaca dan perawatan tanaman tetap terjaga, maka panen diperkirakan dapat dilakukan pada 10 Oktober 2026 mendatang dengan hasil yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung ketersediaan bahan baku pakan ternak di daerah.
"Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan pendampingan terhadap program-program produktif yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga," katanya.
Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan oleh Aipda Herry S., Aipda Sukadi, dan Aipda Robby. Selama kegiatan berlangsung situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Melalui sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan program swasembada pangan yang menjadi prioritas nasional dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan.
Upaya ini sekaligus menjadi bukti bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi seluruh elemen bangsa demi mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaya saing.


