PAMINGGIR – Kepolisian Resor (Polres) Hulu Sungai Utara (HSU) mematangkan strategi pengamanan menjelang perhelatan akbar Lomba Balap Perahu Naga dan Jukung Tradisional Tahun 2026.
Langkah antisipasi ini dirumuskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral yang digelar di kediaman Ketua Panitia Penyelenggara di Kecamatan Paminggir, Kamis (20/8/2026) sore.
Rapat krusial yang dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Lomba, Herry Desfani, S.P., ini dihadiri oleh jajaran Satpolairud Polres HSU, unsur Pemerintah Kecamatan Paminggir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU, serta taruna siaga bencana (Tagana) HSU. Fokus utama pertemuan adalah menyelaraskan regulasi teknis pertandingan sekaligus memetakan titik rawan di sepanjang jalur perlombaan.
Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si. melalui Kasatpolairud Polres HSU, IPTU Marwan Susandy Ahmad, S.H. menegaskan bahwa pengamanan ketat akan diberlakukan secara berlapis, mengingat tingginya antusiasme masyarakat dan jumlah peserta yang membeludak. Tercatat sebanyak 107 tim telah resmi mendaftar untuk memperebutkan gelar juara.
"Kami tidak ingin kecolongan. Skema pengamanan telah kami bagi menjadi dua zona utama. Personel Polres HSU bersama Dinas Perhubungan akan fokus mengendalikan arus massa dan lalu lintas di area darat. Sementara itu, untuk wilayah perairan, Satpolairud akan bersinergi penuh dengan BPBD dan Tagana guna mengantisipasi segala bentuk insiden di sungai," ujar Iptu Marwan usai memetakan ploting pasukan.
Tingginya tensi kompetisi tahun ini terlihat dari rincian kategori yang diperlombakan. Dari total 107 peserta, kategori Perahu Naga diramaikan oleh 31 tim. Sementara untuk Jukung Tradisional, persaingan akan terbagi sengit dalam kategori putri sebanyak 8 tim dan kategori umum/putra sebanyak 20 tim, ditambah puluhan tim tradisional lainnya yang siap beradu kecepatan di atas riak air HSU.
Ketua Panitia Lomba, Herry Desfani, S.P., menjelaskan bahwa selain pengamanan, rakor ini juga berhasil merampungkan perumusan peraturan teknis serta penyusunan bagan (skema) pertandingan agar kompetisi berjalan adil dan sportif.
"Lomba ini merupakan tradisi kebanggaan kita. Kami menjadwalkan peluit pertandingan pertama akan ditiup tepat pukul 08.00 WITA. Selanjutnya, prosesi pembukaan resmi atau opening ceremony rencananya akan dibuka langsung oleh Bupati HSU pada pukul 09.00 WITA," ungkap Herry.
Melalui kesiapan yang matang ini, Polres HSU berkomitmen penuh mengawal jalannya acara agar berlangsung kondusif, aman, dan menghibur. Hal ini sejalan dengan semangat Polres HSU yang "Hebat, Sigap, Unggul untuk Masyarakat" dalam memberikan pelayanan dan rasa aman di setiap kegiatan publik.(humaspolresHSU)


