HULU SUNGAI UTARA, – Sektor pertanian di wilayah Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, menghadapi tantangan berat. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir mengakibatkan banjir dan mengancam keberhasilan program swasembada pangan lokal.
Kondisi tersebut terpantau saat personel Polsek Sungai Pandan melaksanakan monitoring perkembangan lahan swasembada jagung di Desa Sungai Pinang dan Desa Tambalang Kecil, Minggu (2/8/2026) pagi.
Kapolsek Sungai Pandan menyatakan bahwa cuaca ekstrem menjadi faktor utama terhambatnya pertumbuhan komoditas jagung di dua desa tersebut. Dari hasil pengecekan di lapangan, hanya sebagian kecil tanaman yang mampu bertahan.
"Tanaman jagung yang berhasil tumbuh hanya sebagian. Banyak yang mengalami gagal tumbuh akibat terendam banjir oleh curah hujan yang tinggi beberapa waktu lalu," ujar Kapolsek Sungai Pandan dalam keterangannya, Minggu.
Pemantauan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 10.00 Wita ini dikomandoi oleh Aiptu Agus Tri Saptiawan, S.Hut., bersama Aipda Eddy Khairudin, S.H., dan Briptu Ahmad Hasan. Tim turun langsung menggunakan armada roda empat dinas untuk melihat kondisi riil di lahan pertanian warga.
Menurut Kapolsek, pemantauan berkala ini sangat penting dilakukan untuk memetakan dampak cuaca terhadap ketahanan pangan di wilayah hukumnya. Data lapangan ini nantinya dapat menjadi acuan bagi pihak terkait dalam memberikan penanganan atau bantuan kepada para petani yang terdampak.
Meskipun para petani tengah dibayangi kerugian akibat faktor alam, pihak kepolisian memastikan situasi kamtibmas di kawasan pertanian dan pedesaan tetap kondusif.
"Kegiatan monitoring berjalan lancar. Situasi di daerah hukum Polsek Sungai Pandan secara umum aman dan terkendali," tutup Kapolsek, selaras dengan semangat Polres HSU yang Hebat, Sigap, Unggul untuk Masyarakat.(hms)


