Peringati Hari Sungai dan Mangrove, XR Indonesia Serukan Penyelamatan Ekosistem Kalimantan dari Lok Baintan

Lensa Kalimantan
, 8/03/2026 07:35:00 AM WIB Last Updated 2026-08-03T00:35:03Z
---

BANJARMASIN, - Organisasi lingkungan Extinction Rebellion (XR) Indonesia bersama XR Banjarmasin dan XR Meratus menggelar aksi kampanye kreatif di kawasan Pasar Terapung Lok Baintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (31/7/2026). Aksi ini bertepatan dengan momentum Hari Sungai dan Hari Mangrove sedunia.


Menggunakan perahu tradisional (klotok dan jukung) sebagai panggung kampanye, para aktivis membaur bersama pedagang pasar terapung untuk menyuarakan perlindungan darurat terhadap ekosistem sungai dan pesisir Borneo yang kian terancam.


Perwakilan XR Indonesia, Wira Surya Wibawa, SH, MH, menegaskan bahwa sungai bukan sekadar jalur transportasi air, melainkan urat nadi identitas dan ekonomi masyarakat Kalimantan.


"Sungai adalah ruang hidup, sumber pangan, dan bagian penting dari identitas budaya Kalimantan Selatan. Jika sungai tercemar, ekonomi rakyat langsung lumpuh," ujar Wira dalam keterangannya.


Dalam aksi tersebut, massa membentangkan sejumlah poster di tengah aktivitas jual-beli pasar terapung. 


Poster-poster tersebut bertuliskan pesan kritis, di antaranya "Sungai Adalah Hidup dan Penghidupan Rakyat", "Lindungi Sungai Borneo dari Sampah", hingga "Save Meratus, Save Kalimantan Selatan".


Satu Kesatuan Hulu ke Hilir


XR Indonesia menilai ancaman eksploitasi, pencemaran limbah, serta tumpukan sampah saat ini sudah masuk dalam tahap mengkhawatirkan. Kerusakan di wilayah hulu seperti Pegunungan Meratus dipastikan berdampak langsung pada hilir dan pesisir pantai.


Oleh karena itu, XR mendesak pemerintah dan masyarakat melihat pengelolaan sungai dan hutan mangrove sebagai satu kesatuan ekosistem yang tidak boleh dipisahkan. Mangrove berperan vital sebagai benteng alami untuk menghalau abrasi dan banjir rob yang mulai sering melanda pemukiman pesisir.


"Sungai yang sehat membutuhkan ekosistem hulu yang sehat. Pesisir yang kuat membutuhkan mangrove yang terjaga. Krisis lingkungan ini adalah persoalan keadilan bagi kelompok masyarakat yang hidupnya bergantung langsung pada alam," kata Wira menambahkan.


7 Tuntutan Penyelamatan Lingkungan

Lewat aksi manifesto di Lok Baintan ini, koalisi XR Indonesia, XR Banjarmasin, dan XR Meratus mengeluarkan tujuh butir tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah dan pelaku usaha:


   1. Penghentian total pencemaran sungai dan pembuangan sampah ke badan air.

   2. Penegakan hukum dan pengawasan ketat terhadap pelaku perusakan lingkungan.

   3. Pemulihan (restorasi) masif ekosistem mangrove di sepanjang pesisir.

   4. Perumusan kebijakan pengelolaan wilayah air yang berpihak pada hak masyarakat adat dan lokal.

   5. Pelibatan aktif warga dalam setiap pengambilan keputusan tata ruang.

   6. Penghentian praktik pembangunan jangka pendek yang mengorbankan sungai, hutan, dan pesisir.

   7. Peningkatan kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian perairan dari polusi.


Aksi ditutup dengan seruan bersama para pedagang pasar terapung yang menegaskan bahwa hilangnya daya dukung sungai akan memicu hilangnya pangan, keanekaragaman hayati, dan masa depan generasi Kalimantan.

Komentar

Tampilkan

Terkini