AMUNTAI, — Pertumbuhan tanaman pada lahan swasembada jagung di Desa Tambalang Kecil dan Desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), dilaporkan tidak merata akibat faktor cuaca buruk.
Hal tersebut diketahui setelah personel Polsek Sungai Pandan melakukan monitoring langsung di lapangan pada Kamis (6/8/2026) pagi.
Kapolsek Sungai Pandan menyatakan bahwa pemantauan ini merupakan komitmen kepolisian dalam mengawal program ketahanan pangan nasional di wilayah hukum Polres HSU.
"Anggota kami turun langsung ke lapangan untuk melihat perkembangan riil di area swasembada jagung. Berdasarkan laporan, pertumbuhan tanaman saat ini tidak merata," ujar Kapolsek Sungai Pandan dalam keterangan tertulisnya.
Monitoring yang berlangsung selama satu jam sejak pukul 09.30 WITA tersebut dipimpin oleh Aipda Robian Noor dan Briptu Aldy R.
Menggunakan kendaraan roda dua patroli, personel mengecek langsung kondisi fisik tanaman jagung yang sebagian besar mengalami keterlambatan tumbuh.
"Banyak tanaman yang lambat tumbuh. Evaluasi di lapangan menunjukkan faktor cuaca ekstrem menjadi penyebab utama kendala ini," lanjut Kapolsek.
Meskipun terdapat kendala pada sektor pertanian, Polsek Sungai Pandan memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sekitar lokasi perkebunan dan wilayah hukum Sungai Pandan secara umum tetap aman dan kondusif.
Kegiatan monitoring ini sejalan dengan komitmen Polres HSU yang mengusung semangat "HEBAT" (Hebat, Sigap, Unggul untuk Masyarakat) dalam mengawal dan melayani setiap program masyarakat, termasuk swasembada pangan.(Hms)


