AMUNTAI UTARA – Kepolisian Sektor (Polsek) Amuntai Utara jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU) membuktikan komitmennya dalam mendukung program nasional Swasembada Pangan Tahun 2026. Hal ini dibuktikan melalui pelaksanaan panen jagung kuartal III yang berlangsung di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten HSU, pada Kamis (10/9/2026) pagi mulai pukul 09.30 WITA hingga selesai.
Kegiatan panen ini dihadiri langsung oleh Kapolsek Amuntai Utara beserta anggota, Mantri Tani Kecamatan Amuntai Utara, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Panangkalaan, serta Ketua dan anggota Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan.
Lahan jagung pakan seluas 1,5 hektare yang dipanen kali ini merupakan milik Poktan Sungai Bayan, yang merupakan kelompok tani binaan langsung dari Polri. Berdasarkan hasil ubinan di lapangan, estimasi hasil panen dari luasan tersebut berhasil mengumpulkan kurang lebih 1 ton jagung pakan.
Kapolsek Amuntai Utara menjelaskan bahwa hasil panen kuartal ini menghadapi tantangan alam yang cukup berat. Pada usia satu bulan setelah masa tanam, kondisi lahan pertanian sempat mengalami kebanjiran akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan banyak tanaman jagung terendam air.
"Akibat terendam air, pertumbuhan vegetatif jagung menjadi kurang maksimal dan beberapa tanaman ada yang mati. Hal ini tentu memengaruhi hasil akhir panen yang menjadi kurang maksimal dari target awal. Namun, kami bersyukur kerja keras para petani binaan tetap membuahkan hasil," ujar Kapolsek Amuntai Utara dalam laporannya.
Kendati dihadapkan pada kendala cuaca dan banjir, sinergi antara Polri, instansi pertanian, dan masyarakat terbukti tetap berjalan solid. Kehadiran personel Polsek Amuntai Utara di tengah para petani menjadi wujud nyata dari semangat PRESISI (Bertaqwa, Loyal, Profesional, Solid, & Sinergi untuk Indonesia Emas) demi mewujudkan Polres HSU yang Hebat, Sigap, dan Unggul untuk masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan panen raya kuartal III ini berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Polsek Amuntai Utara berkomitmen untuk terus mendampingi kelompok tani binaan guna mengantisipasi kendala pertanian di musim tanam berikutnya.



