Lensakalimantan.my.id || Sungai Danau, Tanah Bumbu — 2 September 2026
Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat diwujudkan Therapi Abu Syifa Banjarmasin bersama Komunitas Panamba'an Banjar melalui kegiatan Safari Wigas di Sungai Danau, Kabupaten Tanah Bumbu.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 29–31 Agustus 2026, tersebut dipusatkan di dua lokasi, yakni Jalan Karya Bersama, Gang Sekumpul, Aula Majelis Guru Anwar, serta Kantor Balai Desa Makmur Jaya, Kecamatan Satui.
Puluhan warga tampak antusias mendatangi lokasi kegiatan untuk mendapatkan layanan pengobatan. Safari Wigas tersebut menjadi bagian dari bentuk kepedulian sekaligus pengabdian Therapi Abu Syifa Banjarmasin dan Komunitas Panamba'an Banjar kepada masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan alternatif.
Salah seorang warga, Rosita, sekitar 50 tahun, turut mengikuti terapi karena mengalami keluhan pada bagian kaki. Ia mengaku sebelumnya merasakan nyeri hingga mengalami kesulitan menjalankan aktivitas, termasuk ketika melaksanakan salat.
"Awalnya kaki terasa sakit dan nyeri. Setelah mengikuti terapi, Alhamdulillah perlahan mulai terasa membaik," ujar Rosita.
Sementara itu, Mustakim, CHTE, CH, CHT, CI, NLP, selaku Owner Therapi Abu Syifa Banjarmasin sekaligus Ketua Umum Komunitas Panamba'an Banjar, mengatakan Safari Wigas merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat dengan memberikan pelayanan terapi secara langsung di tengah lingkungan warga.
Menurut dia, dalam kegiatan di Sungai Danau, tim memberikan sejumlah metode terapi, di antaranya Totok Syaraf Jari Petir, akupunktur, hipnoterapi, serta ruqyah.
"Kami datang bukan sekadar memberikan terapi, tetapi juga membawa semangat pengabdian. Masyarakat harus mendapatkan ruang untuk berkonsultasi dan memperoleh penanganan sesuai keluhan yang mereka rasakan," kata Mustakim.
Ia menjelaskan, sejumlah keluhan yang ditangani dalam kegiatan tersebut cukup beragam. Di antaranya sakit kepala, tangan dan kaki kebas, gangguan asam lambung, depresi, trauma, kecemasan berlebihan, vertigo, saraf terjepit hingga keluhan pascastroke.
Selain keluhan fisik, tim juga menerima masyarakat yang datang dengan keluhan yang dikategorikan sebagai nonmedis sesuai metode layanan yang mereka praktikkan.
"Setiap keluhan tentu memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, kami berusaha memberikan pendekatan terapi sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing peserta," ujarnya.
Mustakim menambahkan, kegiatan Safari Wigas diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Menurutnya, kehadiran layanan berbasis kepedulian masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
"Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. Yang paling penting adalah bagaimana kehadiran kami dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.
Apresiasi juga disampaikan Joni Fathurahman, Kepala Desa Makmur Jaya, Kecamatan Satui, Tanah Bumbu. Ia menyambut positif kegiatan pengobatan massal yang dinilai memberikan alternatif layanan bagi masyarakat di wilayahnya.
"Kami mengapresiasi Therapi Abu Syifa Banjarmasin dan Komunitas Panamba'an Banjar yang telah hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat Desa Makmur Jaya," ujar Joni.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar secara rutin sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat kesehatan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkonsultasi secara langsung mengenai berbagai keluhan yang mereka alami.
"Kalau memungkinkan, kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan satu bulan sekali di sini. Masyarakat tentu sangat terbantu dengan adanya pelayanan seperti ini," katanya.
Safari Wigas di Sungai Danau pun menjadi gambaran bagaimana kolaborasi komunitas dan masyarakat dapat menghadirkan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Selain memberikan layanan terapi, kegiatan tersebut sekaligus membuka ruang interaksi dan kepedulian antara pegiat terapi dengan masyarakat di tingkat desa.
(Kim/Dw)








