Reses GT Yuli Rahman Soroti Akurasi Data Desil dan Kebutuhan Air Bersih Warga Teluk Tiram

Lensa Kalimantan
, 10/24/2026 08:39:00 AM WIB Last Updated 2026-10-24T01:39:48Z
---

 Edit dan gabungkan gambar dengan nuasa isi berita-untuk menjadi gambar sampul berita Lensakalimantan.my.id dengan ukuran 3 : 3

BANJARMASIN,– Persoalan akurasi pendataan desil masyarakat dan pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi dua aspirasi penting yang mengemuka dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Banjarmasin, GT Yuli Rahman, dari Fraksi Partai Demokrat, di Jalan Antasan Raden, Gang Gusti, RT 20, Kelurahan Teluk Tiram, Jumat (23/10/2026).

 

Kegiatan reses tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menyuarakan harapan agar pelayanan publik dan program pemerintah semakin tepat sasaran.

 

Dua persoalan yang menjadi perhatian itu dinilai memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Pendataan desil berkaitan dengan pemetaan tingkat kesejahteraan rumah tangga yang dapat menjadi salah satu acuan dalam penentuan penerima program bantuan sosial, sedangkan ketersediaan air bersih menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

 

### Akurasi Data Desil Jadi Perhatian

 

Dalam persoalan pendataan desil, ketepatan dan pembaruan data menjadi hal penting agar kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat tergambarkan secara akurat. Data yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya berpotensi menimbulkan persoalan dalam proses penentuan sasaran program pemerintah.

 

Desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan yang membagi kelompok penduduk ke dalam 10 tingkatan. Secara umum, desil lebih rendah menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif lebih rendah. Namun, penetapan penerima bantuan tetap mengikuti persyaratan dan mekanisme masing-masing program.

 

Karena itu, apabila terdapat warga yang merasa kondisi ekonominya belum tercermin secara tepat dalam data, diperlukan mekanisme pengecekan dan pemutakhiran melalui instansi berwenang.

 

Aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam reses ini menjadi pengingat bahwa kualitas data sosial harus terus dijaga agar kebijakan pemerintah dapat menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan.

 

**“Data kesejahteraan harus menggambarkan kondisi masyarakat yang sebenarnya. Ketika terjadi ketidaksesuaian, perlu ada ruang bagi warga untuk menyampaikan keberatan dan mengusulkan pembaruan data sesuai mekanisme yang berlaku,”** menjadi salah satu pesan penting yang perlu diperhatikan dalam menindaklanjuti persoalan tersebut.

 

### Air Bersih Menyangkut Kebutuhan Dasar Warga

 

Selain pendataan desil, ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang berpengaruh terhadap kesehatan, kebersihan lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat.

 

Pelayanan air bersih yang baik tidak hanya diukur dari tersedianya jaringan distribusi, tetapi juga dari kualitas air, kelancaran aliran, kontinuitas pelayanan, serta keterjangkauan biaya bagi pelanggan.

 

Bagi masyarakat, gangguan pasokan atau pelayanan yang belum optimal dapat berdampak pada aktivitas rumah tangga, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga menjaga kebersihan lingkungan.

 

Oleh sebab itu, aspirasi mengenai air bersih perlu ditindaklanjuti melalui identifikasi persoalan di lapangan dan koordinasi dengan instansi maupun penyedia layanan yang memiliki kewenangan.

 

**“Air bersih bukan sekadar persoalan pelayanan, tetapi kebutuhan dasar yang harus diperhatikan secara serius. Masyarakat membutuhkan layanan yang layak, lancar, dan terjangkau agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan baik,”** menjadi penekanan penting dalam upaya memperjuangkan pemenuhan kebutuhan dasar warga.

 

### Reses Menjadi Jembatan Aspirasi dan Kebijakan

 

Sebagai bagian dari tugas konstitusional anggota DPRD, reses merupakan momentum untuk bertemu langsung dengan masyarakat, mendengarkan persoalan di lapangan, serta menghimpun masukan yang dapat diperjuangkan melalui mekanisme pemerintahan daerah.

 

Aspirasi yang terkumpul dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan, pembahasan anggaran, serta pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap program pemerintah daerah sesuai kewenangannya.

 

Dalam konteks persoalan desil, tindak lanjut dapat diarahkan pada koordinasi dengan instansi yang menangani pendataan sosial agar warga memperoleh informasi mengenai status data dan prosedur pemutakhiran. Sementara itu, aspirasi terkait air bersih perlu disampaikan kepada pihak penyedia layanan maupun instansi terkait untuk dilakukan evaluasi berdasarkan kondisi faktual.

 

Kedua persoalan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan program bantuan, tetapi juga menyangkut kualitas pelayanan dasar yang harus terus diperbaiki.

 

Masyarakat tentu berharap aspirasi yang disampaikan melalui forum reses tidak berhenti sebagai catatan pertemuan. Diperlukan tindak lanjut yang jelas, komunikasi yang terbuka, serta koordinasi lintas instansi agar setiap persoalan dapat ditangani sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

 

Melalui penyerapan aspirasi secara langsung, GT Yuli Rahman diharapkan dapat membawa persoalan yang disampaikan warga Kelurahan Teluk Tiram ke dalam pembahasan dan mekanisme tindak lanjut di DPRD Kota Banjarmasin.

 

Pada akhirnya, keberhasilan reses tidak hanya diukur dari banyaknya aspirasi yang dihimpun, tetapi juga dari sejauh mana aspirasi tersebut diperjuangkan dan menghasilkan perbaikan nyata bagi kehidupan masyarakat.(lala)

Komentar

Tampilkan

Terkini