Banjarmasin,—Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah pada Senin (30 Rajab 1447 H/19 Januari 2026 M).
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula Lantai 3 Kanwil 2 Kemenag Kalsel dan diikuti oleh seluruh jajaran aparatur Kementerian Agama.
Peringatan Isra Mikraj diawali dengan lantunan syair-syair Maulid Nabi oleh Grup Maulid Subabus Salam Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin. Alunan shalawat tersebut menghadirkan suasana religius yang mendalam dan menambah kekhusyukan seluruh peserta yang hadir.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pengajian yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Kalsel, H. Ahmad Bugdadi, sebelum memasuki tausiyah utama.
Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Dr. H. Muhammad Tambrin, M.M.Pd., dalam tausiyahnya menegaskan bahwa peristiwa Isra Mikraj merupakan salah satu mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan pelajaran fundamental bagi kehidupan umat Islam.
“Isra Mikraj adalah perjalanan agung Rasulullah SAW, dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian dilanjutkan dengan Mikraj hingga Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat secara langsung dari Allah SWT,” ujar Tambrin.
Ia menjelaskan, mukjizat merupakan keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada para nabi sebagai bukti kebenaran risalah yang dibawa. Oleh karena itu, Isra Mikraj memiliki makna strategis dalam meneguhkan posisi shalat sebagai tiang agama.
“Peristiwa Isra Mikraj harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga dan meningkatkan kualitas shalat, baik secara individu maupun berjamaah. Shalat adalah fondasi utama dalam membentuk pribadi yang beriman dan berakhlak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tambrin mengajak seluruh aparatur Kementerian Agama untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan serta memperkuat praktik ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Ia secara khusus menekankan pentingnya shalat berjamaah, terutama shalat Subuh dan Isya.
“Isra Mikraj mengajarkan kepada kita tentang pentingnya disiplin shalat sebagai tiang agama. Mari kita jaga shalat kita, perkuat shalat berjamaah—terutama Subuh dan Isya—serta terus menambah ilmu agar menjadi insan yang lebih baik, profesional, dan bermanfaat,” pesannya.
Menutup tausiyahnya, Tambrin berharap peringatan Isra Mikraj ini dapat semakin memperkokoh keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta menumbuhkan semangat kerja yang harmonis dan penuh keberkahan di lingkungan Kanwil Kemenag Kalsel.
Pada kesempatan yang sama, Kanwil Kemenag Kalsel juga meresmikan pemberian nama Aula Kanwil 2 Kemenag Kalsel dengan nama “Harmoni”. Penamaan ini mengandung makna kebersamaan, keselarasan, serta komitmen untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha, para Kepala Bidang dan Pembimas di lingkungan Kanwil Kemenag Kalsel, Kepala Kemenag Kota Banjarmasin beserta jajaran, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kalsel, para Ketua Tim Kerja beserta istri, serta seluruh pegawai Kanwil Kemenag Kalsel. [@dw/Kemenagkalsel]


