Amuntai, Sabtu (07/02/2026), - Dalam rangka persiapan pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Polres Hulu Sungai Utara (HSU), jajaran Polsek Banjang terus mematangkan berbagai aspek kesiapan operasional.
Rencananya, Dinas Kesehatan Kabupaten HSU akan melaksanakan peninjauan langsung pada Senin, 9 Februari 2026 di lokasi SPPG yang berada di wilayah hukum Polsek Banjang.
Kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh standar kesehatan, keamanan pangan, serta kelengkapan administrasi terpenuhi sebelum SPPG resmi beroperasi.
Kasi Humas Polres HSU, Iptu Asep HZ, S.H, menyampaikan bahwa proses persiapan dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan berbagai pihak guna menjamin pelayanan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.
“Peninjauan oleh Dinas Kesehatan merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, serta sistem operasional SPPG sesuai standar higiene sanitasi dan regulasi yang berlaku,” ujar Iptu Asep.
Menurutnya, kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Polri Presisi dalam mendukung program pelayanan sosial kemasyarakatan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Rencana peninjauan oleh tim Dinas Kesehatan meliputi sejumlah aspek penting, antara lain:
•Pengecekan kebersihan dan sterilisasi dapur SPPG
•Pemeriksaan peralatan masak dan sarana pendukung
•Pelatihan keamanan pangan siap saji bagi pegawai
•Simulasi pengolahan dan pendistribusian makanan
•Finalisasi administrasi serta Standar Operasional Prosedur (SOP)
Selain itu, para peserta yang telah mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat juga menjalani pengenalan serta penyusunan peralatan dapur sebagai bagian dari kesiapan menghadapi verifikasi dari Dinas Kesehatan HSU.
Bagian SDM juga telah menyiapkan dokumen sertifikat pelatihan sebagai dasar penerbitan Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kapolsek Banjang menegaskan bahwa seluruh personel dan pengelola SPPG diharapkan memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan sesuai ketentuan.
“Persiapan ini tidak hanya menyangkut fasilitas, tetapi juga kesiapan SDM dan sistem kerja agar layanan pemenuhan gizi dapat berjalan optimal sejak awal operasional,” ungkapnya.
Adapun tujuan utama kegiatan ini meliputi:
•Mengetahui kesiapan pegawai SPPG
•Pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing pegawai
•Memastikan kesiapan operasional sebelum pembukaan resmi
Secara administratif, sejumlah tahapan regulasi juga tengah disiapkan, di antaranya sertifikat perizinan dan dokumen pendukung, penentuan SK Kepala SPPG, proposal pendirian dan operasional, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta pelaporan sistem aplikasi yang saat ini masih dalam proses.
Beberapa kendala yang masih dihadapi antara lain keterbatasan peralatan dapur dan penyesuaian jumlah pegawai.
Namun demikian, upaya penyelesaian terus dilakukan melalui pengadaan tambahan peralatan serta koordinasi dengan yayasan dan instansi terkait.
Iptu Asep menambahkan bahwa seluruh tahapan yang belum terpenuhi menjadi tanggung jawab Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Polres HSU melalui pengelola SPPG dengan dukungan lintas sektor.
“Pemenuhan tahapan administrasi dan sertifikasi, termasuk SLHS dan dokumen operasional lainnya, merupakan syarat penting sebelum SPPG dapat beroperasi secara optimal dan memberikan pelayanan terbaik,” jelasnya.
Dengan persiapan yang matang, diharapkan pembukaan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat nyata dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
POLRI PRESISI
HEBAT SIGAP UNTUK MASYARAKAT
PRESISI – Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan.


