Palangkaraya, 3 Mei 2026 — Pelatihan terapi kesehatan alternatif bertajuk Hipnoterapi dan Hipno Energi Quantum Abu Syifa sukses digelar di Kota Cantik Palangkaraya pada 2 hingga 3 Mei 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Rumah Sehat Bunda - Bidan Anggi dan diikuti peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari terapis hingga praktisi kesehatan.
Pelatihan dipandu langsung oleh Mustakim, CHTE., CH., CHT., CI, selaku Owner/CEO Terapi Abu Syifa Banjarmasin sekaligus instruktur utama. Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung penuh antusiasme dengan kombinasi materi teori dan praktik langsung.
“Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memperluas edukasi terapi kesehatan alternatif yang menggabungkan pendekatan pikiran, energi, dan spiritualitas,” ujar Mustakim dalam keterangannya, Minggu (03/05/2026).
Ia menambahkan, pelatihan ini dirancang secara komprehensif agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata.
“Pelatihan ini saya pandu langsung sebagai instruktur utama. Tujuannya agar peserta mendapatkan pemahaman yang utuh, baik dari sisi keilmuan maupun pengalaman praktik,” kata dia.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting, di antaranya dasar-dasar hipnoterapi modern, teknik Hipno Energi Quantum khas Abu Syifa, praktik langsung terapi untuk keluhan fisik dan emosional, hingga pendekatan penyelarasan energi dan kesadaran diri.
Menurut Mustakim, pendekatan praktik menjadi kunci dalam pelatihan ini. “Kami tidak hanya memberikan teori. Peserta langsung mempraktikkan teknik yang dipelajari sehingga mereka benar-benar merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Sejumlah peserta mengaku mendapatkan pengalaman mendalam selama mengikuti pelatihan. Salah satunya, Muslikatun, S.Pd., yang menyebut kegiatan ini membuka perspektif baru tentang hubungan antara pikiran, energi, dan kesehatan.
“Pelatihan ini membuka wawasan baru tentang hubungan antara pikiran, energi, dan kesehatan tubuh. Ini bukan hanya belajar teknik, tapi juga perjalanan memahami diri sendiri,” ungkap Muslikatun.
Keberhasilan pelatihan ini dinilai semakin memperkuat posisi metode terapi Abu Syifa sebagai salah satu pendekatan kesehatan alternatif yang berkembang di masyarakat. Metode ini menggabungkan ilmu, pengalaman praktis, serta nilai-nilai spiritual dalam proses penyembuhan.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk membantu masyarakat luas. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya penyebaran terapi kesehatan yang lebih alami dan holistik di Indonesia.(@dw).


