Kuala Lumpur, 24 Juni 2026 – Dua akademisi sekaligus dokter senior dari Rumah Sakit Umum Dr Syaiful Anwar ( RSSA) Malang dan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang memperoleh penghargaan akademik bergengsi berupa Anugerah Gelar Adjunct Professor dari Universiti Geomatika Malaysia (UGM) dalam prosesi penganugerahan yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 24 Juni 2026.
Penganugerahan tersebut merupakan bentuk pengakuan internasional atas dedikasi, kontribusi ilmiah, pengalaman profesional, serta kiprah kedua tokoh dalam pengembangan ilmu kedokteran, pendidikan tinggi, penelitian, dan pelayanan kesehatan di Indonesia.
Tokoh pertama yang menerima anugerah tersebut adalah diberikan kepada Prof ( Adj) Dr. Putu Moda Arsana, SpPD KEMD Ketua Konsil Kedokteran Indonesia ( KKI ) tahun 2020 - 2025 merupakan dokter senior spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik yang memiliki reputasi nasional dalam pengembangan ilmu Endokrinologi,dan Metabolisme. Kontribusinya dalam pelayanan pasien, pendidikan kedokteran, penelitian ilmiah, serta pengembangan tata laksana penyakit metabolik menjadi dasar kuat pemberian gelar Adjunct Professor pada bidang Ilmu Endokrin Metabolik.
Sementara itu, penghargaan serupa juga diberikan kepada Prof. Adj. Dr. dr. Moch Bahtiar Budianto SpB KONK MMRS saat ini sebagai Dirut RSSA Malang merupakan seorang dokter spesialis bedah konsultan onkologi yang dikenal luas sebagai pakar dalam bidang Bedah Onkologi. Selama bertahun-tahun, beliau berperan penting dalam pengembangan pelayanan bedah kanker, pendidikan dokter spesialis, penelitian klinis, serta pembinaan sumber daya manusia kesehatan.
Atas rekam jejak akademik dan profesional tersebut, mereka berdua dianugerahi gelar Profossor Adjunct atau Professor berbasis kepakaran dan telah lolos seleksi yang sangat Ketat oleh pihak UGM.
Pihak Universiti Geomatika Malaysia menyampaikan bahwa gelar Adjunct Professor diberikan kepada akademisi dan profesional yang memiliki kompetensi luar biasa, rekam jejak akademik yang kuat, serta kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional. Kehadiran profesor tamu dari berbagai negara juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi riset, pertukaran akademik, publikasi internasional, dan pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan global. Dan mereka diharapkan juga berkontribusi dalam pelayanan dan pendudikan UGM HOSPTAL Malaka Malaysia.
Penganugerahan ini menjadi kebanggaan bagi dunia kedokteran Indonesia, khususnya bagi Rumah SakitDr Syaiful Anwar Malang yang merupakan RS Klas A pusat pendidikan dokter yang utama diindonesia dan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, karena menunjukkan bahwa kompetensi tenaga medis Indonesia semakin diakui oleh perguruan tinggi internasional.
Melalui pengangkatan sebagai Adjunct Professor, kedua pakar diharapkan dapat memperkuat kerja sama akademik antara Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam bidang pendidikan kedokteran, penelitian kolaboratif, pengembangan inovasi pelayanan kesehatan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan di kawasan ASEAN.
Penganugerahan yang berlangsung pada 24 Juni 2026 tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam mempererat jejaring akademik internasional dan menegaskan bahwa pengalaman klinis, integritas profesional, serta produktivitas ilmiah para dokter Indonesia memiliki daya saing di tingkat global. Penghargaan ini sekaligus menjadi inspirasi bagi kalangan akademisi dan tenaga kesehatan untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kemajuan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, CEO dan Founder HSM Global College, Kanjeng Pangeran Prof. Dr. dr. BA Abd. Halim, SpPD SH MH MMRS PhD turut menyampaikan ucapan tahniah dan apresiasi atas penganugerahan gelar Adjunct Professor kepada kedua pakar tersebut.
“Saya mengucapkan setinggi-tinggi tahniah dan syabas kepada Prof. Dr. dr. Moch Bachtiar Budiyanto Sp.B(K) Onk, MMRS serta Prof Dr. Putu Moda Arsana, Sp.PD-KEMD, atas penganugerahan Anugerah Adjunct Professor dari Universiti Geomatika Malaysia. Penghargaan ini merupakan pengakuan internasional atas dedikasi, integritas, dan kontribusi luar biasa beliau berdua dalam pengembangan ilmu kedokteran, pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan.”ucapnya.
Beliau berharap penganugerahan ini menjadi awal yang baik bagi penguatan kolaborasi akademik antara Universitas Brawijaya dan Universiti Geomatika Malaysia dalam bidang pendidikan tinggi, penelitian, publikasi ilmiah, mobilitas dosen, serta pengembangan inovasi di bidang kesehatan.
“Semoga anugerah ini membawa keberkahan, mempererat hubungan akademik antarbangsa, serta menjadi pemangkin lahirnya lebih banyak kolaborasi strategis antara Universitas Brawijaya dan Universiti Geomatika Malaysia. Saya mendoakan semoga kedua institusi semakin berjaya, unggul di peringkat internasional, dan terus melahirkan ilmuwan serta tenaga profesional yang memberi manfaat bagi masyarakat dunia,” ujar Prof. Abd. Halim.
Sebagai mitra strategis dalam pengembangan kerja sama akademik internasional, HSM Global College menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program-program kolaborasi antara perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia guna memperkuat ekosistem pendidikan tinggi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat regional maupun global.(dr.halim)





