Banjarmasin – Kepolisian Resor Kota Polresta Banjarmasin mengawal secara ketat jalannya aksi unjuk rasa yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kalimantan Selatan di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Lambung Mangkurat, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Jumat (19/6/2025) pukul 14.00 WITA.
Aksi yang melibatkan sekitar 40 peserta dari berbagai kampus di Kalimantan Selatan tersebut dipimpin oleh koordinator lapangan sekaligus penanggung jawab kegiatan, Ahmad Munawir Sazali dari BEM UIN. Dalam pelaksanaannya, massa membawa sejumlah atribut seperti pengeras suara, bendera, serta poster berisi berbagai tuntutan, di antaranya “Reformasi Indonesia”, “Maling Berkedok Gizi”, dan “Dicari 11 Perwakilan Rakyat Dapil Kalsel”.
Tiga Fokus Tuntutan Massa Aksi
Dalam orasinya, massa aksi menyampaikan sejumlah poin tuntutan utama kepada pemerintah, di antaranya:
Pertama, desakan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi tersebut mencakup moratorium sementara program, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan, penolakan praktik konflik kepentingan, penguatan ekonomi rakyat, penyesuaian regulasi, serta audit dan pengawasan berkala.
Kedua, tuntutan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) agar lebih berpihak pada kondisi ekonomi masyarakat.
Ketiga, desakan pencabutan revisi Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sekaligus dorongan reformasi institusi Polri secara menyeluruh.
Keempat, permintaan agar pemerintah pusat maupun daerah meningkatkan perhatian terhadap sektor pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Aksi dimulai dari titik kumpul di kawasan Patung Bekantan, Jalan Kapten Pierre Tendean, sebelum massa melakukan long march menuju Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. Di lokasi, peserta aksi melakukan orasi secara bergantian menyampaikan aspirasi mereka.
Sekitar pukul 16.00 WITA, perwakilan massa diterima oleh jajaran pimpinan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, termasuk Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, para wakil ketua, serta Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel.
Pada pukul 16.20 WITA, massa aksi melakukan tabur bunga sebagai simbol keprihatinan yang mereka sebut sebagai “matinya demokrasi”. Proses dialog berlanjut hingga pukul 17.35 WITA, ketika Ketua DPRD Kalsel menandatangani dokumen tuntutan yang disampaikan oleh peserta aksi.
Aksi kemudian berakhir pada pukul 17.45 WITA dalam situasi tertib dan kondusif. Massa kembali ke titik kumpul untuk melakukan konsolidasi sebelum membubarkan diri.(polrestabjm)
Pengamanan Berjalan Kondusif
Seluruh rangkaian pengamanan dipimpin oleh Plh Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Timbul Rein Krisman Siregar, S.I.K., didampingi Wakapolresta Banjarmasin AKBP Arwin Amrih Wientama, S.I.K., M.H., bersama jajaran pejabat utama Polresta Banjarmasin.
Pihak kepolisian memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga aksi selesai tanpa gangguan berarti.


