BANJARBARU – DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kalimantan Selatan bersama Asosiasi Pasar Murah (APM) berencana mengemas program Pasar Murah Mandiri Bersubsidi untuk digelar secara bertahap di 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.
Rencana tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Hanura Kalsel, H. Sayed Jafar Al Idrus, S.H., saat menghadiri pasar murah di Gedung SJA, Jalan Trikora, kawasan Masjid Agung Banjarbaru, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan di Banjarbaru menjadi langkah awal untuk melihat antusiasme sekaligus kebutuhan masyarakat terhadap akses bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Respons warga terbilang tinggi. Lima komoditas bersubsidi yang disiapkan penyelenggara disebut ludes hanya sekitar 10 menit setelah kegiatan dibuka.
“Hari ini kita berkumpul bersama-sama, tidak lain bagaimana kita menyalurkan bantuan melalui pasar murah kepada masyarakat supaya mereka dapat membeli berbagai produk dengan harga yang terjangkau,” kata Sayed Jafar.
Menurut dia, tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu alasan program serupa perlu diperluas. Hanura Kalsel bersama APM akan mengupayakan agar pasar murah dapat menjangkau masyarakat di seluruh daerah di Kalsel.
“Mudah-mudahan kegiatan ini akan kita kemas untuk dilaksanakan juga di 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan bersama Asosiasi Pasar Murah. Tujuannya untuk kepentingan dan membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sedang menghadapi tantangan,” ujarnya.
Sayed Jafar berharap pasar murah tidak menjadi kegiatan sesaat, melainkan berkembang menjadi program berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.
“Doakan semoga kegiatan ini ke depan terus berlanjut. Kami ingin membantu masyarakat agar barang-barang kebutuhan yang disubsidi dapat dibeli dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.
Lima Komoditas Bersubsidi Ludes dalam 10 Menit
Ketua Asosiasi Pasar Murah Banjarbaru, Hj. Jubaidah, S.Sos., S.Mi., mengatakan pasar murah di Banjarbaru terbuka untuk masyarakat luas. Selain menyediakan lima komoditas bersubsidi, kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku UMKM dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.
“Hari ini kita mengadakan pasar murah di Gedung SJA Banjarbaru. Lingkup kami umum, se-Kalimantan Selatan. Ada lima komoditas yang disubsidi dan antusiasme masyarakat luar biasa. Baru sekitar 10 menit dibuka, sudah habis,” ujar Jubaidah.
Menurut dia, keterlibatan UMKM menjadi bagian penting dalam konsep pasar murah. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya membantu masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga memberikan ruang promosi dan pemasaran bagi produk lokal.
“Kita juga bersama para pelaku UMKM dari kabupaten dan kota di seluruh Kalimantan Selatan yang hadir di sini,” katanya.
Pasar Murah Sekaligus Jadi Ruang Promosi Produk Lokal
Sekretaris DPD Partai Hanura Kalsel, Hj. Syarifah Santiyansyah, S.H., M.Si. atau Bunda Neni, mengapresiasi kolaborasi yang terbangun dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi seluruh panitia, khususnya Ketua DPD Partai Hanura Kalimantan Selatan, Al Habib Sayed Jafar Al Idrus, yang memberikan dukungan moral maupun materi. Kegiatan ini terlaksana karena ada kerja sama yang baik,” ujar Bunda Neni.
Ia mengatakan, konsep pasar murah ke depan juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan produk-produk unggulan daerah.
“Kita mempromosikan produk-produk dalam negeri, khususnya produk daerah kita. Kita perkenalkan kekhasan Kalimantan Selatan. Ini merupakan kegiatan perdana dan akan kita lihat bagaimana tanggapan masyarakat serta para peserta,” katanya.
Bunda Neni menilai produk kerajinan lokal juga memiliki potensi besar untuk dilibatkan ketika program tersebut dikembangkan ke berbagai daerah.
“Kalimantan Selatan memiliki banyak keterampilan dan kerajinan, salah satunya berbahan rotan. Daripada menggunakan produk luar, kenapa tidak menggunakan produk kita sendiri? Selain membantu pelaku usaha, kita juga ikut melestarikan kekayaan dan budaya daerah,” ujarnya.
Kolaborasi Diharapkan Semakin Luas
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan yang turut hadir berharap pelaksanaan pasar murah di berbagai daerah nantinya melibatkan semakin banyak unsur.
“Harapan kita ke depan, kita saling berkolaborasi antara Partai Hanura, Tani Merdeka Indonesia, para pelaku UMKM, dan pihak-pihak lain yang bergabung dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Aktor senior Roy Marten juga mengapresiasi langkah Sayed Jafar dalam menghadirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Saya beberapa kali bertemu sahabat saya, Habib Jafar. Dia bukan hanya berkata, tetapi berbuat. Ada bantuan sosial, ada pasar murah, semuanya bermanfaat bagi rakyat. Kita membutuhkan pemimpin yang tidak hanya bicara atau berwacana, tetapi berbuat untuk rakyatnya,” kata Roy.
Menurut Roy, perluasan pasar murah ke berbagai daerah harus diikuti dengan konsistensi agar manfaatnya semakin luas.
“Langkah-langkah kecil ini harus terus dilakukan. Satu langkah, dua langkah, tiga langkah. Tidak bisa sekali kemudian selesai. Harus ada kesinambungan supaya semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Akademisi Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Daniel Itta, turut menilai kegiatan tersebut sebagai langkah positif karena membawa penyelenggara turun langsung melihat kebutuhan masyarakat.
“Ini merupakan momentum yang sangat baik. Dalam kondisi sekarang, Habib Jafar mau turun langsung untuk melihat dan membantu masyarakat. Dengan turun ke bawah, kita bisa mengetahui apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan mencoba mencari jalan untuk memenuhinya,” kata Daniel.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat pada pelaksanaan perdana di Banjarbaru, rencana membawa Pasar Murah Mandiri Bersubsidi ke 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menjadi agenda lanjutan yang diharapkan dapat diwujudkan secara bertahap.
Sayed Jafar menegaskan, semangat utama program tersebut adalah memperluas manfaat dan mendekatkan akses kebutuhan pokok terjangkau kepada masyarakat di berbagai daerah.
“Pesan kami kepada masyarakat, datanglah berbelanja di pasar murah. Barang-barang bersubsidi ini kita hadirkan terutama untuk masyarakat menengah ke bawah agar harganya dapat terjangkau. Mudah-mudahan program ini terus berlanjut dan bisa hadir di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.





