BANJARBARU, Sabtu (8/8/2026), — Ketua Umum Dayak Kaluwarga Borneo (DKB) Kalimantan Selatan, Dr. (Cand.) Salam, S.H., M.H., mengajak masyarakat untuk lebih cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Menurut Salam, media sosial tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan pendapat dan berbagi informasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun komunikasi, memperkuat persatuan, serta menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan agar media sosial dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi dan nilai-nilai positif, bukan menjadi ruang untuk saling menjatuhkan, menyebarkan kebencian, maupun menyerang pribadi orang lain.
“Jadikan media sosial sebagai sarana membangun, bukan menjatuhkan,” ujar Salam.
Ia menilai perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kedewasaan dalam menyikapi setiap informasi yang beredar.
“Gunakan platform digital untuk menyebarkan nilai positif, memperkuat toleransi, dan membangun dialog yang sehat,” kata Salam.
Menurut dia, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, perbedaan sebaiknya disikapi dengan saling menghargai dan mengedepankan argumentasi yang sehat.
Salam juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh unggahan atau komentar di media sosial yang berpotensi menimbulkan konflik.
“Hindari perdebatan yang tak bermanfaat, apalagi menyerang secara personal.Kalau ada perbedaan pandangan, sampaikan dengan cara yang santun dan berdasarkan fakta,” tuturnya.
Salam juga mengingatkan pengguna media sosial untuk membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
Menurutnya, satu unggahan yang tidak dipertimbangkan dengan baik dapat menyebar dengan cepat dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Jangan terburu-buru membagikan sesuatu hanya karena sedang ramai. Periksa sumbernya, pahami konteksnya, kemudian pikirkan dampaknya bagi orang lain,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat Kalimantan Selatan dapat menjadi pengguna media sosial yang tidak hanya aktif, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga etika, persaudaraan, dan kerukunan.
“Media sosial seharusnya menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antarsesama, bukan menjadi sumber perpecahan. Mari kita gunakan ruang digital secara cerdas, santun, dan bertanggung jawab,” kata Salam.
Salam menegaskan, budaya saling menghormati harus tetap dijaga, baik dalam kehidupan nyata maupun di ruang digital.
“Cerdas bermedia sosial berarti mampu memilih informasi. Bijak bermedia sosial berarti mampu menjaga ucapan, menghormati perbedaan, dan mempertimbangkan dampak sebelum bertindak.Dengan begitu, media sosial dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(@slm/dw)


