BANJARMASIN, Minggu (9/8/2026), – Komunitas Penamba’an Banjar Abu Syifa menggelar aksi sosial berupa pelayanan terapi sukarela bagi masyarakat di kawasan Siring Menara Pandang, Banjarmasin, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 Wita itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sebanyak 16 anggota terapis diterjunkan untuk memberikan pelayanan terapi kepada warga yang datang.
Ketua umum panamba'an Abu Syifa Mustakim, CHTE, CH, CHT, CI NLP., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian komunitas terhadap masyarakat sekaligus upaya memperkenalkan keberadaan Penamba’an Banjar Abu Syifa secara lebih luas.
“Hari ini kita menggelar kegiatan bakti sosial untuk pelayanan terapi sukarela buat masyarakat. Alhamdulillah, antusias masyarakat sangat bagus sekali,” ujar Mustakim.
Menurut Mustakim, terapi yang diberikan menyasar berbagai keluhan yang umum dirasakan masyarakat, mulai dari sakit pinggang, asam urat, kelelahan, pegal-pegal hingga keluhan kesemutan pada tangan dan kaki.
“Bermacam-macam keluhan, insyaallah kita layani seperti sakit pinggang, asam urat, kecapekan, pegal-pegal, tangan dan kaki kesemutan dan keluhan lainnya,” katanya.
Mustakim menjelaskan, pada kegiatan perdana tersebut pihaknya menghadirkan 16 orang anggota terapis untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini ada 16 orang anggota terapis yang kita hadirkan. Target pasien kita sebanyak mungkin. Yang penting kegiatan ini bisa memberikan manfaat buat orang-orang,” tuturnya.
Ia menyebut pemilihan Siring Menara Pandang sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Tempat tersebut merupakan salah satu ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat sehingga dinilai strategis untuk memperkenalkan kegiatan sosial Penamba’an Banjar Abu Syifa.
“Tujuan kita di siring ini untuk menyebarluaskan Pengobatan Komunitas Penamba’an Banjar Abu Syifa kepada masyarakat. Kesehatan itu penting. Kesehatan bukan hanya untuk orang-orang yang berada, tetapi kita semua juga harus bisa merasakannya,” ujar Mustakim.
Karena membawa misi sosial, pelayanan terapi dalam kegiatan tersebut diberikan dengan prinsip sukarela.
“Makanya kegiatan ini kita gelar dengan biaya sukarela saja. Kita ingin masyarakat bisa mendapatkan manfaat tanpa harus merasa terbebani,” katanya.
Mustakim berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda sosial yang berkelanjutan. Bahkan, pihaknya berencana menjangkau masyarakat hingga ke wilayah pelosok.
“Hari ini pembukaan pengobatan Komunitas Penamba’an Banjar Abu Syifa. Alhamdulillah antusias masyarakat sangat bagus sekali. Ke depannya kita akan ada di pelosok-pelosok,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan kegiatan serupa di Siring Menara Pandang diharapkan dapat digelar secara rutin.
“Insyaallah kegiatan ini akan rutin digelar di Siring Menara Pandang. Kita berharap semua kegiatan ini bisa membantu masyarakat,” katanya.
Buka Pelatihan Terapi dan Pijat
Selain memberikan pelayanan terapi, Penamba’an Banjar Abu Syifa juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mempelajari teknik terapi dan pijat.
Mustakim mengatakan pelatihan tersebut terbuka bagi masyarakat yang berminat belajar berbagai teknik pengobatan tradisional yang diajarkan komunitas.
“Kita juga membuka pelatihan terapi dan pijat untuk masyarakat yang mau belajar dan berminat. Nanti mereka akan mendapatkan pelatihan langsung dan diberikan sertifikat resmi dari kita,” jelasnya.
Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi mengenai pelayanan maupun kegiatan Penamba’an Banjar Abu Syifa dapat mendatangi sekretariat di Jalan Kuin Selatan RT 08 Nomor 32, Banjarmasin, di samping Rumah Makan Soto Rina.
Mustakim juga membuka akses komunikasi melalui nomor 0887-4471-9370.
Terkait agenda pekan berikutnya, Mustakim mengatakan pihaknya masih melakukan persiapan.
“Untuk kegiatan minggu depan insyaallah masih dalam rencana kita. Tapi insyaallah kita akan rutin melakukan aksi sosial ini,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari warga yang secara spontan mencoba layanan terapi setelah melihat kegiatan tersebut.
Salah satunya Hendra, warga kawasan Kayutangi, Banjarmasin. Ia mengaku awalnya sedang berjalan-jalan di sekitar Siring Menara Pandang sebelum melihat kegiatan pengobatan tersebut.
“Tadi kita jalan-jalan di sini, kebetulan melihat kegiatan ini dan mencoba dipijat. Ternyata setelah selesai, alhamdulillah terasa enak sekali,” kata Hendra.
Hendra mengaku mengalami keluhan asam urat yang membuat kakinya terasa sakit saat berjalan. Setelah mendapatkan terapi, ia merasakan tubuhnya lebih ringan.
“Ini sangat membantu masyarakat. Kebanyakan masyarakat banyak yang mau seperti ini, cuma tidak tahu ke mana. Nah, kebetulan ada kegiatan seperti ini, alhamdulillah sangat membantu,” ujarnya.
Ia juga menilai pengobatan tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat karena memberikan pengalaman terapi yang menurutnya langsung dirasakan pada bagian tubuh yang mengalami keluhan.
“Ternyata banyak masyarakat yang menyukai yang tradisional seperti ini. Memang langsung terasa di bagian yang sakit. Yang saya alami asam urat, rasanya sudah lebih ringan. Tadi jalan kaki sakit, sekarang sudah tidak sakit lagi,” tutur Hendra.
Menurut dia, manfaat yang dirasakannya semakin membuatnya tertarik apabila terapi dilakukan secara berkelanjutan.
“Ini baru sekali, apalagi kalau berkali-kali. Mudah-mudahan semakin terasa manfaatnya,” katanya.
Dinilai Bawa Semangat Budaya Banjar
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan H. Diaf Hirza, Penasihat I Penamba’an Banjar. Ia menilai aksi sosial yang digelar Abu Syifa memiliki prospek positif karena menyatukan kepedulian sosial dengan nilai-nilai budaya masyarakat Banjar.
“Harapan kita sangat optimistis sekali, karena ini kita yakin yang pertama di Kalimantan Selatan yang diadakan oleh Abu Syifa,” ujar Diaf Hirza.
Diaf mengatakan dirinya bersama organisasi yang dipimpinnya turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah kita sangat mendukung sekali. Kita juga sebagai Ketua PS3B, Pencinta Seni dan Budaya Banjar Bakula, sangat mendukung kegiatan seperti ini,” katanya.
Dukungan serupa, lanjut dia, juga diberikan melalui organisasi PANI (Pasukan Adat Nusantara).
“Kita juga di organisasi PANI, Pasukan Adat Nusantara, sangat mendukung sekali dengan adanya kegiatan ini karena begitu membantu kepada masyarakat dan juga memudayakan adat Banjar,” tutur Diaf.
Ia berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Bagi Penamba’an Banjar Abu Syifa, aksi sosial di Siring Menara Pandang menjadi langkah awal untuk memperluas pelayanan berbasis kepedulian masyarakat. Bukan hanya hadir untuk memberikan terapi, tetapi juga membawa semangat berbagi, silaturahmi, serta pelestarian nilai-nilai budaya Banjar di tengah masyarakat.(@dw)






