BATOLA, 2 September 2026 — Peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 menjadi momentum bagi Kejaksaan Negeri (Kejari) Barito Kuala untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat sekaligus membangun kedekatan dengan berbagai elemen masyarakat.
Kepala Kejaksaan Negeri Barito Kuala, Dr. Andrianto Budi Santoso, S.H., M.H., mengatakan peringatan HUT Kejaksaan tahun ini tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dirangkai dengan sejumlah kegiatan sosial, olahraga, dan kegiatan yang melibatkan masyarakat.
“Alhamdulillah, saya hampir satu tahun mengabdi sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Barito Kuala. Selama menjalankan tugas, saya sangat berterima kasih kepada seluruh jajaran yang telah bekerja dengan kompak dan penuh kebersamaan,” ujar Andrianto, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, kekompakan dan kerja sama seluruh jajaran menjadi salah satu kekuatan Kejari Batola dalam menjalankan tugas, khususnya memberikan pelayanan hukum dan melaksanakan penegakan hukum di wilayah Kabupaten Barito Kuala.
“Dengan kekompakan dan kerja sama yang baik, pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penegakan hukum di wilayah Barito Kuala, dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Ia menjelaskan, Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026 diperingati dengan berbagai rangkaian kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada internal institusi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pada 2 September 2026 ini, kita sedang merayakan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia yang ke-81. Peringatan ini kami rangkaikan dengan beberapa kegiatan sosial dan kegiatan yang melibatkan masyarakat,” tutur Andrianto.
Salah satu kegiatan yang digelar adalah Jelajah Alam Marabahan atau Adhyaksa Trail, yang diikuti peserta dari berbagai daerah. Bahkan, kata Andrianto, kegiatan tersebut turut menarik peserta dari luar Kalimantan.
“Kemarin kami melaksanakan Jelajah Alam Marabahan, sebuah kegiatan trail game yang diikuti peserta dari berbagai daerah. Bahkan ada peserta dari Jawa yang ikut hadir,” jelasnya.
Menurut Andrianto, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, tetapi juga diharapkan dapat membantu memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Barito Kuala kepada masyarakat luas.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, tetapi juga ikut meningkatkan dan memperkenalkan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Barito Kuala,” ujarnya.
Selain kegiatan olahraga dan wisata, Kejari Batola juga menggelar bakti sosial berupa nikah massal. Kegiatan tersebut ditujukan bagi pasangan di Kabupaten Barito Kuala yang belum memiliki pencatatan perkawinan secara resmi.
“Kami juga mengadakan bakti sosial berupa nikah massal yang ditujukan kepada pasangan-pasangan di Kabupaten Barito Kuala yang belum memiliki pencatatan pernikahan secara resmi,” kata Andrianto.
Ia menjelaskan, pencatatan perkawinan bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi berkaitan erat dengan kepastian administrasi kependudukan keluarga, termasuk status administrasi anak-anak.
“Dengan adanya pencatatan pernikahan secara resmi, ke depan administrasi kependudukan anak-anak dan keluarganya dapat tercatat dengan baik. Ini penting agar hak-hak administrasi dan kependudukan mereka juga lebih jelas,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan HUT Kejaksaan ke-81 juga diisi dengan senam bersama masyarakat pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan antara institusi Kejaksaan dengan masyarakat.
“Kami juga melaksanakan senam bersama masyarakat pada Minggu, 30 Agustus. Ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan sekaligus membangun kedekatan antara Kejaksaan dengan masyarakat,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Andrianto turut menyoroti persoalan kabut asap yang terjadi di tengah masyarakat. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan serta mengajak masyarakat bersama-sama mencegah pembakaran hutan dan lahan.
“Di tengah kondisi kabut asap seperti sekarang, kita jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan. Kami juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan, karena dampaknya sangat luar biasa, terutama terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Barito Kuala,” tegasnya.
Memasuki hampir satu tahun masa kepemimpinannya di Kejari Batola, Andrianto mengaku bersyukur memiliki jajaran yang solid dalam menjalankan berbagai tugas dan tanggung jawab institusi.
“Seperti yang saya sampaikan tadi, saya memiliki tim yang sangat solid dan kompak di Kejaksaan Negeri Barito Kuala. Karena itu, saya merasa dalam menjalankan tugas ini tidak ada hambatan yang berarti,” katanya.
Menurut dia, tantangan dalam menjalankan tugas merupakan sesuatu yang wajar. Namun, tantangan tersebut dapat dihadapi apabila seluruh jajaran memiliki komitmen, kekompakan, dan pola kerja sama yang baik.
“Kalau tantangan, tentu ada, karena setiap tugas pasti memiliki tantangan. Tetapi kalau kita melaksanakan tugas dengan baik, dengan kompak dan kerja sama yang baik, saya rasa hambatan tidak akan pernah ada,” ujar Andrianto.
Ia menegaskan, Kejari Barito Kuala akan terus berupaya menjalankan tugas penegakan hukum dengan tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.
“Harapan kami ke depan, Kejaksaan Negeri Barito Kuala tetap dapat melayani masyarakat Barito Kuala dengan baik, mendampingi Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dalam pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, serta melaksanakan penegakan hukum bagi masyarakat di Barito Kuala,” pungkasnya.
Peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-81 tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa keberadaan institusi penegak hukum tidak hanya diukur dari pelaksanaan tugas penegakan hukum, tetapi juga dari sejauh mana Kejaksaan mampu hadir, memberikan pelayanan, serta membangun kepercayaan dan kemanfaatan hukum bagi masyarakat.


