BANJARMASIN,– Warga kawasan Pekapuran Laut, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat di dalam sebuah rumah pada Kamis (17/9/2026).
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas korban serta kronologi pasti di balik peristiwa tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan jasad ini pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar Gang Makmur, Kelurahan Pekapuran Laut, sekitar pukul 09.30 WITA. Terkejut dengan kondisi di dalam rumah tersebut, warga segera meneruskan laporan ke aparat kepolisian setempat.
Merespons laporan masyarakat, personel kepolisian langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Petugas segera mensterilkan area rumah dengan memasang garis polisi police line guna menjaga keaslian tempat kejadian perkara (TKP) dari kerumunan warga yang mulai memadati lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, jasad korban dilaporkan belum dievakuasi karena petugas di lapangan masih menunggu kedatangan Tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Tim Inafis Polresta Banjarmasin untuk melakukan olah TKP secara mendalam.
Peristiwa di Pekapuran Laut ini menjadi kasus penemuan mayat kedua yang menghebohkan wilayah Metropolitan Banjar Bakula dalam sepekan terakhir. Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Senin (14/9/2026) pagi, sesosok jasad pria tanpa identitas juga ditemukan mengapung di kawasan perairan Embung Kampung Banjar.
Lokasi penemuan tersebut berada di Jalan Mitra Praja, RT 046 RW 001, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru—kawasan yang berdekatan dengan area Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Gubernuran Kalsel).
Jasad pria yang dijuluki Mr. X itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.30 WITA oleh Hilman (27), seorang petugas penjaga embung yang tengah melakukan patroli dan pengecekan rutin di sekitar waduk.
Saat mengitari pinggir fasilitas pengairan tersebut, saksi mata dikejutkan oleh objek mencurigakan yang mengapung dalam posisi tertelungkup di permukaan air. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan ke Bhabinkamtibmas dan tim relawan emergencyuntuk proses evakuasi lebih lanjut.
Kepolisian Resor (Polres) Banjarbaru dilaporkan telah melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad di embung tersebut. Berdasarkan hasil visum sementara, kondisi fisik luar jenazah sudah mengalami pembusukan sehingga sulit dikenali, namun petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik yang kasat mata pada tubuh korban.
Aparat kepolisian dari kedua wilayah, baik Polresta Banjarmasin maupun Polres Banjarbaru, terus mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam beberapa waktu terakhir untuk segera berkoordinasi dan melapor ke kantor polisi terdekat.(red)


