Disambut Antusias Warga, PALAK Banjar Layani Terapi Massal di Masjid Al-Muttaqin
BANJARMASIN, 17 OKTOBER 2026 – Penambaan Laung Kuning Banjar (PALAK) kembali menggelar aksi sosial melalui kegiatan terapi massal untuk masyarakat. Kali ini, kegiatan berlangsung di Masjid Al-Muttaqin Sultan Adam, Kompleks Mandiri I, Jalan Sultan Adam, Kecamatan Banjarmasin Utara, Sabtu (17/10/2026).
Mengusung semangat “Awak Sehat, Rahat Badingsanak” serta “Sehat Bersama, Peduli Sesama”, kegiatan yang berlangsung pukul 06.30 hingga 11.00 WITA ini menjadi wujud kepedulian PALAK Banjar terhadap kesehatan masyarakat melalui pelayanan terapi tradisional dan alternatif.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah warga datang untuk mendapatkan layanan terapi, mulai dari terapi urat, pijat, bekam, hingga edukasi kesehatan dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Ketua Penambaan Laung Kuning Banjar (PALAK), Abdul Halik, mengatakan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan aksi sosial kedua yang digelar organisasinya. Setelah kegiatan sebelumnya, kali ini PALAK memilih kawasan Sultan Adam, Banjarmasin, sebagai lokasi pelayanan kepada masyarakat.
“Ini kegiatan yang kedua. Kali ini kami gelar di daerah Sultan Adam, Banjarmasin. Alhamdulillah, tanggapan masyarakat sangat baik dan antusias. Partisipasi warga yang datang untuk mendapatkan pengobatan juga cukup banyak,” ujar Abdul Halik.
Menurutnya, keluhan kesehatan yang disampaikan masyarakat cukup beragam. Namun, sebagian besar warga yang datang mengeluhkan gangguan pada otot dan saraf, seperti dugaan saraf terjepit, rasa kebas, serta keluhan lain yang memerlukan penanganan melalui terapi.
“Keluhan yang banyak disampaikan tadi seperti saraf terjepit dan kebas-kebas. Intinya, banyak berkaitan dengan masalah otot. Selain itu, ada juga masyarakat yang datang dengan keluhan pernapasan,” jelasnya.
Abdul Halik juga menyoroti kondisi lingkungan yang terdampak kabut asap.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena kualitas udara yang buruk dapat memengaruhi kesehatan masyarakat, terutama mereka yang mengalami gangguan pernapasan.
“Karena daerah kita terdampak kabut asap, tentu kondisi ini bisa memengaruhi pernapasan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berupaya membantu warga sesuai dengan layanan yang tersedia,” katanya.
Ia menambahkan, PALAK turut menyediakan layanan pijat dan terapi untuk membantu meredakan ketegangan otot serta memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Meski demikian, keluhan pernapasan yang berat atau berkelanjutan tetap memerlukan pemeriksaan oleh tenaga medis.
“Untuk pijat, kami juga menyediakan layanan untuk membantu melonggarkan otot. Intinya, kami ingin memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Abdul Halik berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Harapan kami, mudah-mudahan Penambaan Laung Kuning Banjar bisa terus membantu masyarakat yang memerlukan layanan dari kami. Semoga kegiatan seperti ini membawa manfaat dan mempererat kepedulian terhadap sesama,” tuturnya.
Sementara itu, Penasihat PALAK Banjar, Zul Faisal Putra, menyampaikan apresiasi kepada pengurus Masjid Al-Muttaqin Sultan Adam dan warga sekitar yang telah berinisiatif mengundang PALAK untuk mengadakan kegiatan terapi massal.
Menurut Zul Faisal, undangan tersebut menjadi momentum penting bagi PALAK untuk memperluas jangkauan kegiatan sosial sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui lingkungan rumah ibadah.
“Pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada pengurus Masjid Al-Muttaqin dan warga sekitarnya yang telah berinisiatif mengundang kami untuk melaksanakan terapi massal. Ini merupakan pengalaman pertama bagi kami diundang langsung oleh pihak masjid bersama jemaahnya,” ungkap Zul Faisal.
Ia juga mengapresiasi semangat para terapis yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 13 terapis berpartisipasi memberikan pelayanan kepada masyarakat, dengan berbagai jenis terapi yang disesuaikan dengan layanan yang tersedia.
“Para terapis kami luar biasa. Hari ini ada 13 terapis yang ikut berkegiatan. Semangat mereka untuk membantu masyarakat patut diapresiasi, karena kegiatan ini bukan sekadar memberikan layanan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial,” katanya.
Zul Faisal secara khusus menjelaskan bahwa untuk layanan bekam, PALAK mendatangkan dua terapis dari Banjarbaru. Layanan tersebut mendapat perhatian besar dari warga yang mendaftar, termasuk kaum perempuan.
“Khusus untuk bekam, kami mendatangkan dua orang terapis dari Banjarbaru. Ternyata, masyarakat yang mendaftar cukup banyak, terutama perempuan. Alhamdulillah, pasien yang datang hari ini lumayan banyak dan sudah terlayani,” jelasnya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat menjadi dorongan bagi PALAK untuk terus mengembangkan kegiatan serupa dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk pengurus tempat ibadah, relawan, dan masyarakat setempat.
Aksi sosial terapi massal ini menjadi salah satu upaya PALAK Banjar dalam membangun kepedulian sosial melalui pelayanan langsung kepada masyarakat. Kehadiran para terapis di lingkungan masjid juga memberikan kesempatan bagi warga untuk memperoleh informasi mengenai kesehatan sekaligus mengenal berbagai layanan terapi tradisional dan alternatif.
Melalui kegiatan tersebut, PALAK berharap semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Banjar dapat terus terpelihara. Kolaborasi antara organisasi, pengurus masjid, dan warga diharapkan menjadi fondasi bagi pelaksanaan kegiatan sosial yang berkelanjutan.
Di tengah berbagai tantangan kesehatan masyarakat, terutama ketika kualitas udara terganggu oleh kabut asap, edukasi kesehatan dan akses terhadap pelayanan medis yang tepat tetap menjadi hal penting.
PALAK Banjar pun berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar di lokasi lain sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Bagi PALAK Banjar, aksi sosial ini bukan sekadar kegiatan terapi massal, melainkan wujud nyata semangat kebersamaan: sehat bersama, peduli sesama, dan saling membantu demi kesejahteraan masyarakat.(@dw)


