Peduli Warga Terdampak Karhutla, Panamba’an Banjar Abu Syifa Bagikan 4.350 Masker Gratis di Handil Bakti

Lensa Kalimantan
, 10/18/2026 06:43:00 PM WIB Last Updated 2026-10-18T11:43:33Z
---

 


Delapan Anggota Turun Langsung dalam Aksi Sosial, Mustakim: Kami Ingin Masyarakat Terbantu dan Terhindar dari Risiko Gangguan Pernapasan


BARITO KUALA — Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diwujudkan Panamba’an Banjar Abu Syifa melalui aksi sosial pembagian 4.350 masker gratis kepada warga di kawasan Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan.


Kegiatan yang berlangsung mulai sekitar pukul 17.00 WITA hingga menjelang azan Magrib tersebut melibatkan delapan anggota Panamba’an Banjar Abu Syifa. Mereka turun langsung membagikan masker sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang harus tetap beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla.


Pendiri sekaligus Ketua Umum Panamba’an Banjar Abu Syifa, Mustakim, CHTE, CH, CHT, CI, NLP, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian komunitas terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat.


“Alhamdulillah, hari ini kami bisa melaksanakan aksi sosial pembagian masker untuk masyarakat di Kabupaten Barito Kuala, khususnya di sekitar Handil Bakti. Ada sekitar 4.350 masker yang kami bagikan, mulai pukul lima sore hingga menjelang azan Magrib,” ujar Mustakim.


Menurutnya, aksi tersebut lahir dari keinginan untuk membantu masyarakat menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu kesehatan akibat paparan kabut asap. Meski sederhana, ia berharap bantuan masker dapat memberikan manfaat bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan.


“Harapan kami, masyarakat bisa merasa terbantu dengan adanya pembagian masker ini. Kami ingin mengambil bagian dalam upaya mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap. Semoga apa yang kami lakukan hari ini membawa manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.


Mustakim menjelaskan, pelaksanaan kegiatan sosial tersebut didukung oleh semangat kebersamaan seluruh anggota Panamba’an Banjar Abu Syifa. Pengadaan ribuan masker yang dibagikan kepada masyarakat dibiayai melalui dana patungan anggota komunitas.


“Untuk pembelian masker hari ini, dananya kami patungan bersama dari komunitas Panamba’an Banjar. Ini merupakan bentuk kebersamaan dan keinginan kami untuk berbagi dengan masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat karhutla,” jelasnya.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada delapan anggota yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kepedulian sosial tidak harus selalu dimulai dari langkah besar, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan nyata yang dilakukan bersama-sama.


“Kami berterima kasih kepada seluruh tim Panamba’an Banjar yang sudah membantu kegiatan hari ini. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga, karena ketika kita bergerak bersama, insyaallah lebih banyak masyarakat yang bisa kita bantu,” ungkap Mustakim.


Ia menegaskan, semangat yang ingin dibangun bukan sekadar membagikan bantuan, melainkan juga mempererat ikatan persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.


“Untuk seluruh keluarga besar Panamba’an Banjar, mari kita terus menjaga ikatan hati, memperkuat kebersamaan, dan mengamalkan semangat ruhui rahayu untuk kita sabarataan. Semoga kita selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kesempatan untuk berbuat baik bagi orang lain,” tambahnya.


Aksi sosial tersebut berlangsung ketika kawasan Handil Bakti dan sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan menghadapi persoalan karhutla yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat.


Pemberitaan sejumlah media lokal pada awal Oktober 2026 melaporkan kebakaran lahan di kawasan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, yang sempat mendekati permukiman warga. Petugas gabungan dan relawan juga dikerahkan untuk melakukan pemadaman serta mencegah api meluas. 


Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat.


Mustakim berharap aksi sosial yang dilakukan komunitasnya dapat menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, penanganan dampak karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah, komunitas sosial, maupun masyarakat luas.


“Kami mungkin tidak bisa menyelesaikan seluruh persoalan karhutla, tetapi kami percaya setiap langkah kecil yang dilakukan dengan tulus tetap memiliki arti. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, selama kami mampu, kami ingin hadir dan ikut meringankan beban mereka,” tegasnya.


Ia juga berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik, termasuk menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar ruangan dan membatasi kegiatan di luar rumah saat kabut asap memburuk.


Bagi Panamba’an Banjar Abu Syifa, pembagian 4.350 masker gratis ini bukan semata-mata kegiatan berbagi barang, melainkan bagian dari upaya menumbuhkan solidaritas sosial dan memperkuat hubungan antara komunitas dengan masyarakat.


Mustakim berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan para anggota dapat terus dipertahankan dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk melakukan kegiatan serupa sesuai kemampuan masing-masing.


“Yang paling penting bagi kami adalah niat untuk membantu dan menjaga kebersamaan. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi warga Handil Bakti dan sekitarnya, serta menjadi ladang kebaikan bagi seluruh anggota yang terlibat,” pungkasnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini