Pengukuhan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Prov.Kalsel dari pejabat lama ke pejabat yang Baru

Lensa Kalimantan
, 6/24/2024 06:19:00 PM WIB Last Updated 2024-06-24T11:19:35Z
---

Banjarmasin - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Acara Pengukuhan Kepala OJK Kalimantan Selatan, dari pejabat sebelumnya Darmansyah, kepada pejabat baru Agus Maiyo, bertempat di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Senin (24/06/2024).


Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor,

menyaksikan secara langsung Acara Pengukuhan Kepala OJK Kalimantan Selatan, didampingi Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto, Hasan Fawzi. 


Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan, sambutan dan apresiasi kepada OJK Provinsi Kalimantan Selatan atas upaya dan semangatnya mendorong akses keuangan di bumi banua. 


“Semoga kolaborasi dan sinergi yang dibangun selama ini terus berlanjut dan dapat ditingkatkan, khususnya dalam program pengembangan ekonomi daerah demi masyarakat banua yang lebih sejahtera. 


Paman Birin, berharap Seluruh Bupati/Walikota juga senantiasa berkomitmen mendukung pengembangan ekonomi melalui perluasan akses keuangan di masing-masing wilayah.


Nampak hadir Anggota Komisi XI DPR RI Syamsul Bahri, serta Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, pimpinan industri jasa keuangan dan asosiasi industri di wilayah Kalimantan Selatan, pimpinan redaksi dan media. 


"Langkah langkah OJK di kalsel, penanganan menguji sistem sistemnya juga mencerdaakan maayarakat jangan sampai tertarik/ tergoda dengan tawaran Pinjol, ada Pinjol legal dan Pinjol Elegal yang jadi masalah adalah Pinjol Elegal yang kadang kadang pihak mereka kalau ada keterlambatan pembayan tidak memberi sangsi yang tidak memusuhi." Urai  Syamsul Bahri.


Sementara itu, Agus Maiyo berkomitmen

untuk meneruskan dan meningkatkan

kinerja OJK Provinsi Kalimantan Selatan

dengan mempererat sinergi yang telah

terjalin untuk memajukan perekonomian

banua, terbuka terhadap masukan dan

harapan para pemangku kepentingan.


"Ruang lingkup tugas pengawasan yang

bertambah, program edukasi dan literasi

yang harus menjangkau lebih banyak

daerah, serta upaya memfasilitasi

dukungan bagi pengembangan komoditas

unggulan untuk pengembangan ekonomi

daerah akan memerlukan kerja sama

dengan seluruh pemangku kepentingan di

daerah agar sektor jasa keuangan

berperan optimal mendorong

pertumbuhan ekonomi daerah. (

Komentar

Tampilkan

Terkini