Polda Kalsel Ungkap 153 Kasus 3C dan Premanisme, 211 Tersangka Diamankan

Lensa Kalimantan
, 6/29/2026 12:47:00 PM WIB Last Updated 2026-06-29T06:27:13Z
---


BANJARBARU, Lensakalimantan.my.id, — Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Selatan menggelar konferensi pers terkait pengungkapan sejumlah kasus kriminal menonjol sepanjang semester pertama tahun 2026, di Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Senin (29/6/2026).

Kasus yang diungkap meliputi tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau yang dikenal sebagai kasus 3C, serta berbagai bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.

Konferensi pers dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel, Kombes Pol Frido Situmorang, didampingi Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi.

Dalam paparannya, Kombes Frido menyampaikan bahwa selama periode Januari hingga Juni 2026, Ditreskrimum Polda Kalsel bersama jajaran Polres berhasil mengungkap 153 laporan polisi dengan total 211 tersangka yang telah diamankan.

“Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel Ditreskrimum bersama jajaran Polres di Kalimantan Selatan dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar Frido.

Ia menegaskan, pengungkapan kasus-kasus tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Setiap laporan masyarakat kami tindak lanjuti secara serius. Kami ingin memastikan bahwa pelaku kejahatan, baik pencurian maupun aksi premanisme, tidak memiliki ruang untuk meresahkan warga,” tegasnya.

Dari hasil pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan berbagai barang bukti, di antaranya sepeda motor hasil curian, uang tunai, senjata tajam, serta sejumlah barang bukti lainnya yang berkaitan dengan tindak pidana.

Sejumlah kasus menonjol yang berhasil diungkap di antaranya kasus pembunuhan berencana terhadap Ustazah Hasanah di Banjarbaru, yang sempat menyita perhatian publik, serta kasus aksi premanisme berupa pemerasan terhadap sopir truk di salah satu SPBU.

Menurut Frido, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut tidak lepas dari sinergi antarunit kepolisian dan dukungan masyarakat dalam memberikan informasi.

“Kami mengapresiasi peran masyarakat yang aktif membantu kepolisian melalui informasi dan laporan yang diberikan. Ini menjadi bagian penting dalam mempercepat pengungkapan kasus,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila menemukan tindakan kriminal maupun aksi premanisme di lingkungan sekitar.


“Kami mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian. Jika melihat atau mengalami tindak kriminal, segera laporkan agar bisa cepat kami tindak,” ujar Adam.

Polda Kalsel menegaskan akan terus meningkatkan langkah preventif dan penegakan hukum guna menekan angka kriminalitas di wilayah Kalimantan Selatan.(rex)
Komentar

Tampilkan

Terkini