Tabalong – Kepolisian Resor Tabalong melalui jajaran Polsek Kelua dan Polsek Banua Lawas melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan perkembangan debit air Sungai Tabalong sebagai langkah antisipasi potensi banjir serta upaya perlindungan terhadap keselamatan masyarakat, Rabu (7/1/2026).
Kegiatan monitoring di wilayah hukum Polsek Kelua dilaksanakan pada pukul 09.30 hingga 10.00 Wita, berlokasi di Desa Masintan RT 02, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong. Sasaran pengecekan meliputi pemukiman penduduk serta akses jalan yang berada di bantaran Sungai Tabalong.
Dari hasil pemantauan, personel Polsek Kelua mendapati bahwa debit air Sungai Tabalong mengalami kenaikan, namun masih berada dalam batas aman. Hingga saat ini tidak ditemukan rumah warga yang terendam banjir di wilayah Kecamatan Kelua.
Sementara itu, di wilayah Kecamatan Banua Lawas, personel Polsek Banua Lawas juga melakukan monitoring perkembangan debit air pada pukul 09.00 Wita di Desa Sei Durian RT 1 hingga RT 3. Berdasarkan hasil pengecekan, debit air di Desa Sei Durian terpantau mulai mengalami penurunan.
Namun demikian, genangan air masih terlihat di sepanjang Jalan Raya Desa Sei Durian RT 1 sampai RT 4 dengan ketinggian sekitar 15 sentimeter dan masih dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Tercatat sebanyak 12 rumah warga di RT 01 terdampak genangan air dengan ketinggian rata-rata sekitar 5 sentimeter di dalam rumah. Diketahui, air yang menggenangi rumah warga tersebut merupakan limpasan air dari wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Banua Lawas juga melakukan langkah-langkah preventif dengan memberikan imbauan kepada warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai agar tetap waspada terhadap kemungkinan meningkatnya debit air, terutama apabila curah hujan kembali tinggi.
Warga juga diingatkan untuk mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sekitar sungai atau lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk bersiap mengamankan harta benda serta meningkatkan kewaspadaan guna meminimalisir risiko apabila terjadi banjir susulan.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., melalui PS Kasi Humas Polres Tabalong IPTU Joko Sutrisno, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring debit air ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam rangka memberikan rasa aman serta deteksi dini terhadap potensi bencana.
“Monitoring debit air sungai ini merupakan langkah preventif agar kami dapat mengetahui secara cepat perkembangan situasi di lapangan, sekaligus memberikan imbauan langsung kepada masyarakat agar tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan terburuk,” ujar IPTU Joko Sutrisno.
Ia menambahkan, Polres Tabalong bersama jajaran akan terus melakukan pemantauan secara berkala, khususnya di wilayah rawan banjir, serta siap berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak lengah, terus mengikuti informasi resmi, serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.


