Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan —,PT Hutan Rindang Banua (HRB) menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menyiapkan kawasan konservasi keanekaragaman hayati di Desa Guntung, Kecamatan Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu. Program ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekologi di wilayah konsesi.
Direktur PT Hutan Rindang Banua, Nurhadi Purwanto, mengatakan bahwa pengembangan kawasan konservasi tersebut diawali dengan kegiatan inventarisasi dan identifikasi kondisi lingkungan secara menyeluruh.
“Hari ini kami berada langsung di area yang direncanakan sebagai lokasi konservasi keanekaragaman hayati HRB di Desa Guntung, Kecamatan Teluk Kepayang,” ujar Nurhadi kepada awak media, Rabu (14/01/2026).
Menurut Nurhadi, tahap awal difokuskan pada pendataan flora dan fauna sebagai dasar penyusunan rencana perlindungan dan pengelolaan kawasan ke depan.
“Tim HRB melakukan inventarisasi dan identifikasi flora serta fauna dengan menyusuri kawasan hutan yang masih alami. Kami berjalan kaki berkilo-kilometer, mengamati vegetasi, satwa liar, hingga menemukan air terjun dengan kualitas air yang sangat jernih,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, HRB mencatat berbagai potensi keanekaragaman hayati, mulai dari koloni kelelawar, keberadaan burung anggang, hingga berbagai jenis burung lain yang dilindungi dan masih hidup dalam ekosistem hutan yang relatif terjaga.
“Sepanjang perjalanan, kami mendengar suara burung dan satwa liar yang menandakan kondisi ekosistem yang masih baik. Ini menjadi penguat komitmen HRB untuk melindungi keanekaragaman hayati di Site Teluk Kepayang,” tambah Nurhadi.
Ke depan, HRB berencana menggandeng institusi kehutanan serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) agar pengelolaan kawasan konservasi dapat dilakukan secara terukur, kolaboratif, komprehensif, dan berkelanjutan. Kawasan ini juga diharapkan dapat berfungsi sebagai area perlindungan sekaligus penyangga (buffer zone) bagi aktivitas usaha perusahaan.
“Dengan komitmen dan kerja keras, kami optimistis program konservasi ini akan memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Nurhadi.
Hal senada disampaikan Department Head Operational PT Hutan Rindang Banua, Aris Kiswanto. Ia menegaskan bahwa Site Teluk Kepayang merupakan wilayah strategis dalam operasional perusahaan.
“HRB telah aktif melakukan penanaman pohon sejak 2022 di Desa Guntung, Kecamatan Teluk Kepayang,” ujar Aris dalam keterangan tertulis.
Seiring transformasi bisnis perusahaan, lanjut Aris, HRB juga tengah mempersiapkan pengembangan bisnis karbon (carbon trade). Kondisi topografi, tutupan lahan, serta potensi keanekaragaman hayati di kawasan tersebut dinilai sangat mendukung upaya pengayaan biodiversitas dan perlindungan flora-fauna endemik.
“Ke depan, kawasan konservasi ini juga berpotensi dikembangkan sebagai ekowisata. Masyarakat dapat terlibat langsung dalam menjaga hutan melalui kolaborasi yang baik, sejalan dengan visi HRB melalui program DSPH (Desa Sejahtera Peduli Hutan),” jelasnya.
Selain itu, kawasan tersebut memiliki potensi geologis berupa gua-gua alami yang saling terhubung, sehingga menambah nilai estetika dan daya tarik kawasan. HRB juga membuka peluang pengembangan glamping serta pusat penelitian bagi pelajar dan mahasiswa, yang diharapkan dapat menjadi ikon wisata baru di Teluk Kepayang.
Pelibatan Masyarakat sebagai Pilar Keberlanjutan
Sementara itu, Kepala External (Humas) PT Hutan Rindang Banua, Mahlan, menegaskan bahwa keberhasilan program konservasi tidak hanya ditentukan oleh aspek ekologis, tetapi juga pendekatan sosial dan pengamanan kawasan.
“HRB secara aktif melibatkan masyarakat ring 1 dan para pemangku kepentingan sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan kelestarian hutan,” ujarnya.
Pelibatan masyarakat dilakukan melalui pendekatan partisipatif, pemberdayaan ekonomi, serta komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat dan pemerintah desa. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki (sense of ownership) terhadap kawasan konservasi.
“Dengan keterlibatan masyarakat dan stakeholder lokal, potensi gangguan keamanan dapat diminimalkan, sekaligus memperkuat perlindungan kawasan secara berkelanjutan,” kata Mahlan.
Sebagai bentuk dukungan manajemen terhadap program konservasi ini, jajaran pimpinan PT Hutan Rindang Banua juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor dan mess baru di Site Teluk Kepayang pada hari yang sama.


