Amuntai, - Polsek Amuntai Tengah terus memantau lahan ketahanan pangan yang terdampak banjir di Desa Palampitan Hilir, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Langkah ini diambil guna mengantisipasi kegagalan panen dan menjaga stabilitas program swasembada jagung nasional.
Pemantauan yang dipimpin oleh Aiptu Eko Yuli Setyawan pada Sabtu (13/6/2026) mendapati sebagian besar kawasan pertanian warga masih terendam air. Kondisi ini diprediksi akan mengganggu siklus tanam hingga beberapa bulan ke depan.
"Sebagian besar lahan jagung milik petani saat ini dalam keadaan tergenang air," ujar Kapolres HSU HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Amuntai Tengah dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).
Pihak kepolisian memproyeksikan aktivitas penanaman baru belum bisa dilakukan dalam waktu dekat akibat debit air yang tak kunjung surut.
"Dalam beberapa bulan kedepan, sebagian besar lahan tidak bisa dilakukan penanaman karena situasi maupun kondisi pertanian yang masih tergenang air," tuturnya.
Meski menghadapi kendala alam, Polsek Amuntai Tengah berkomitmen untuk terus mengawal para petani lokal. Personel di lapangan dikerahkan menggunakan armada patroli roda empat dan alat komunikasi taktis guna memetakan dampak luapan air secara berkala.
"Polsek Amuntai Tengah akan tetap memonitor perkembangan lahan jagung serta debit air yang tergenang di lahan petani. Hal ini penting untuk memberikan rekomendasi dan langkah-langkah mitigasi yang akan diambil selanjutnya," pungkasnya.
Hingga monitoring selesai dilaksanakan, situasi di kawasan pertanian Palampitan Hilir dilaporkan tetap aman, tertib, dan kondusif. Program pengawasan ini sejalan dengan komitmen Polres HSU dalam mendukung kemandirian pakan ternak dan bahan pangan domestik.(polres_hsu)


