MARABAHAN,- Kepolisian Resor (Polres) Barito Kuala (Batola) mengerahkan puluhan personel untuk mengamankan jalannya peringatan Haul ke-131 Al-Alimul Allamah Qodhi Datu H. Abdush Shamad sekaligus Milad ke-326 Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Acara keagamaan tahunan tersebut berlangsung khidmat di Masjid Nurul Anwar, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan, pada Selasa (28/7/2026) mulai pukul 09.00 WITA.
Untuk memastikan kelancaran acara yang menyedot perhatian ribuan jemaah ini, Polres Batola bersinergi dengan instansi terkait dan unsur masyarakat.
"Kami menerjunkan sebanyak 75 personel Polres Batola untuk mengamankan jalannya acara," ujar Kapolres Batola AKBP Susilawati melalui Kasi Humas Polres Batola Iptu Budi di sela-sela kegiatan pengamanan.
Iptu Budi menjelaskan, puluhan personel tersebut disebar ke berbagai titik strategis demi kenyamanan para jemaah yang hadir.
"Para personel diposisikan di titik-titik rawan kemacetan guna mengatur arus lalu lintas dan menjamin kelancaran pergerakan jemaah, baik yang datang dari dalam maupun luar daerah," kata Budi.
Pihak kepolisian tidak bekerja sendiri. Pengamanan ini juga dibantu oleh personel dari Dinas Perhubungan (Dishub) Batola, Satpol PP Batola, serta para relawan dari unsur masyarakat, Emergency, BPK, Banser, hingga organisasi kemasyarakatan lainnya.
Agenda religi rutin yang diprakarsai oleh pihak keluarga ini dihadiri oleh sekitar 1.500 jemaah dari berbagai kalangan. Lantunan ayat suci Al-Qur'an dan selawat dari santri Pondok Pesantren Al-Mujahidin Marabahan turut membuka acara dengan syahdu.
Sejumlah pejabat penting, tokoh agama, dan tokoh masyarakat tampak hadir di barisan depan. Di antaranya adalah Anggota Komisi XIII DPR RI Ir. H. Pangeran Khairul Saleh, Bupati Batola Dr. H. Bahrul Ilmi, Wakil Ketua DPRD Batola Harmuni, Sekda Batola H. Ir. Zulkipli Yadi Noor, serta jajaran Forkopimda.
Hadir pula perwakilan Gubernur Kalsel yang diwakili Kabag Bina Mental Spiritual Biro Kesra Pauji, Ketua MUI Batola H. M. Abda'l Rathaml, Al Mukarom KH. Asqalani (Kai Iwad), dan Guru H. Muhammad Mubarak.
Iptu Budi menambahkan, momentum haul dan milad ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana penting untuk meneladani jalur dakwah kedua ulama besar tersebut.
"Kegiatan ini bertujuan mengenang jasa dan keteladanan kedua ulama besar dalam menyebarkan syiar Islam, mempererat ukhuwah islamiyah, meningkatkan keimanan masyarakat, serta melestarikan nilai-nilai dakwah di Kalimantan Selatan," tuturnya.
Sebagai informasi, Al-Alimul Allamah Qodhi Datu H. Abdush Shamad merupakan cucu dari ulama kharismatik tanah Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kalampayan).
Kedua sosok ini memiliki andil besar dalam sejarah syiar Islam di bumi Lambung Mangkurat.
Datu H. Abdush Shamad wafat pada usia 80 tahun, tepatnya pada Rabu, 13 Syafar 1317 Hijriah atau 22 Juni 1899. Jasadnya dimakamkan di Jalan Veteran, Kelurahan Marabahan Kota, Kecamatan Marabahan.
Hingga saat ini, lokasi pemakaman yang populer dengan sebutan Kubah Datu Abdush Shamad tersebut menjadi salah satu destinasi wisata religi utama di Kabupaten Barito Kuala.
Rangkaian acara yang diisi dengan pembacaan manaqib kedua ulama, yasin, tahlil, hingga doa bersama ini berakhir pada pukul 12.30 WITA. Seluruh tahapan kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya hambatan berarti.(polresbatola)


