Amuntai, 6 Juli 2026 – Personel Polsek Amuntai Utara melakukan monitoring terhadap perkembangan lahan jagung program swasembada pangan di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (6/7/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani di lapangan.
Monitoring yang berlangsung mulai pukul 11.30 Wita tersebut dipimpin oleh personel Polsek Amuntai Utara, yakni Aiptu Ferry A.P. dan Bripka Eko P. Hasil pemantauan menunjukkan lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan mengalami genangan air yang berdampak pada pertumbuhan tanaman jagung.
Di lokasi, tanaman jagung telah mencapai tinggi sekitar 60 hingga 90 sentimeter. Namun, sebagian besar daun tanaman mulai menguning akibat tingginya kelembapan tanah yang dipicu kondisi lahan yang tergenang air. Kondisi tersebut berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman apabila tidak segera ditangani.
Kapolsek Amuntai Utara mengatakan, kegiatan monitoring merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan pendampingan kepada para petani.
«"Kami terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan tanaman jagung agar setiap kendala yang dihadapi petani dapat segera diketahui. Dengan demikian, langkah penanganan dapat dikoordinasikan bersama instansi terkait sehingga program swasembada pangan tetap berjalan optimal," ujar Kapolsek Amuntai Utara.»
Ia menambahkan, kondisi cuaca dan genangan air menjadi tantangan tersendiri bagi para petani. Karena itu, koordinasi lintas sektor sangat diperlukan untuk meminimalkan dampak terhadap hasil panen.
«"Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga berupaya mendampingi masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan. Kami berharap kondisi lahan segera membaik sehingga pertumbuhan jagung dapat kembali optimal," tambahnya.»
Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara terpantau aman dan kondusif. Monitoring ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama guna menjaga keberhasilan program swasembada jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara.


