AMUNTAI – Kepolisian Sektor (Polsek) Amuntai Tengah jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU) melaksanakan monitoring perkembangan swasembada jagung di lahan Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Desa Muara Tapus, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Langkah ini diambil guna mendukung program kemandirian pangan nasional serta mengantisipasi dampak cuaca terhadap sektor pertanian lokal.
Kegiatan pemantauan yang berlangsung pada Minggu, 27 September 2026 mulai pukul 12.00 WITA hingga selesai ini dipimpin langsung oleh Aipda M. Rifqy Maulidin (Bawas Piket) bersama personel piket jaga, yaitu Aipda Sahat, M.T.S, S.H., Bripka Eko Wahyudi, dan Brigpol Hendra, S.S.T.ARS. Menggunakan fasilitas satu unit kendaraan roda dua dinas serta alat komunikasi HT Motorola APX 1000, para personel bergerak ke lapangan untuk mengecek langsung kondisi tanaman komoditas tersebut.
Monitoring ini bertujuan utama untuk memastikan pencapaian kemandirian pangan di wilayah HSU, khususnya dalam memenuhi kebutuhan domestik seperti pakan ternak dan bahan pangan melalui produksi lokal. Selain itu, peninjauan berkala ini penting untuk mengontrol perkembangan riil lahan jagung agar dapat dilaporkan secara berjenjang kepada pimpinan Polri.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, petugas mencatat bahwa sebagian besar lahan jagung milik petani di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah saat ini sedang mengalami kondisi kekeringan. Fenomena alam ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian agar tidak mengganggu stabilitas pasokan pangan daerah.
Merespons temuan tersebut, Polsek Amuntai Tengah berkomitmen penuh untuk terus memonitor perkembangan lahan jagung yang terdampak kekeringan secara berkala. Data dan hasil pantauan ini nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk memberikan rekomendasi serta merumuskan langkah-langkah mitigasi konkret bersama instansi terkait guna membantu para petani setempat.
Seluruh rangkaian kegiatan pemantauan di lapangan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.


