BANJARMASIN, 16 Mei 2026 — Menjelang pelaksanaan Anniversary Ke-15 KPMRM (Komunitas Pencinta Musik Rock Melayu), panitia bersama para musisi menggelar rapat koordinasi guna mematangkan seluruh persiapan acara yang akan digelar di Taher Square Banjarmasin pada 20 Mei 2026 mendatang.
Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan di kawasan Open Space samping Rumah Anno 1925, Jalan Pierre Tendean, Banjarmasin, Jumat (15/5/2026) malam, usai para anggota menghadiri sekaligus tampil dalam gelaran Record Store Day (RSD) 2026 yang diselenggarakan Komunitas Musik Analog Banjarmasin bersama KPMRM.
Dalam rapat tersebut, panitia merumuskan sejumlah poin penting terkait teknis maupun nonteknis pelaksanaan acara. Salah satunya penetapan sembilan band yang akan tampil memeriahkan Anniversary Ke-15 KPMRM.
Selain itu, panitia juga menetapkan bahwa acara akan dimulai pukul 20.00 Wita dengan penampilan pembuka dari “Aliansi KPMRM”. Tidak hanya membahas susunan penampilan, panitia juga menekankan pentingnya ketepatan waktu seluruh kru dan pengisi acara agar sudah berada di lokasi setelah waktu Magrib.
Panitia turut membahas pengurusan izin keramaian kepada pihak Kepolisian Sektor Banjarmasin Tengah sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan kegiatan.
Ketua KPMRM, Muhammad Husnun Nashar, mengatakan rapat tersebut difokuskan untuk memastikan seluruh konsep acara berjalan sesuai perencanaan.
“Rapat tadi membahas teknis dan nonteknis saat acara digelar nanti. Mudah-mudahan semuanya bisa terealisasi dan acara berjalan sukses,” ujarnya.
Ia berharap Anniversary Ke-15 KPMRM menjadi momentum kebersamaan para pencinta musik rock melayu sekaligus menghadirkan suasana baru bagi penikmat musik lawas di Kalimantan Selatan.
“Kita berharap acara ini berjalan sukses, baik dari sisi teknis maupun nonteknis. Semua sudah dirancang mulai dari urutan band pembuka, seremonial acara, hingga penampilan penutup. Semoga acaranya meriah, ramai, dan ke depan kita bisa membuat event yang lebih besar lagi,” katanya.
Menurut Husnun, konsep visual anniversary tahun ini mengusung tema “White” yang memiliki filosofi khusus.
“Tematik gambar acara kita berkonsep ‘White’, ada bunga mawar putih mekar di jambangan abadi dan kaset pita. Filosofinya tentang kesucian, kemurnian, dan keikhlasan kami dalam menggelar event ini agar menghadirkan suasana baru,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya pencinta lagu-lagu slow rock Malaysia era 1980 hingga 1990-an, untuk hadir dan ikut meramaikan acara tersebut.
“Untuk masyarakat Kalsel, para penggemar, penikmat, maupun pencinta musik rock melayu atau slow rock Malaysia, silakan datang dan jangan malu-malu hadir di Taher Square pada 20 Mei 2026 nanti,” ucapnya.
“Mari kita bernostalgia bersama lagu-lagu Malaysia slow rock era 80-90-an,” pungkasnya (@dw)


