AMUNTAI, – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar patroli skala besar di sejumlah titik rawan kecelakaan, pelanggaran, dan kemacetan pada Sabtu (6/6/2026) pagi.
Selain patroli, jajaran Satlantas Polres HSU juga meluncurkan program "Polantas Menyapa" untuk berdialog langsung dengan para pengguna jalan di wilayah Amuntai.
Kasat Lantas Polres HSU menjelaskan bahwa kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WITA ini bertujuan menekan angka kecelakaan sekaligus menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Operasi kali ini melibatkan lima personel piket fungsi—Bripka Osman, Brigpol Widianto, Briptu Eko Rafli, Bripda Hendra Kirana, dan Bripda Rudrigo—yang ditunjang armada mobil dinas, HT Motorola APX 1000, serta lampu senter apil. Pergerakan dibagi ke dalam tiga unit kerja:
* Unit Turjagwali: Fokus melakukan penjagaan, pengaturan, dan patroli langsung di jalan raya.
* Unit Kamsel: Menggelar Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas) berupa sosialisasi keselamatan berkendara.
* Unit Gakkum: Memperkuat penegakan hukum lewat pelengkapan berkas penyidikan, gelar perkara, serta pemutakhiran data aplikasi IRSMS-ICEL.
Larangan Sepeda Listrik Anak di Bawah Umur
Patroli menyisir 11 ruas jalan utama, termasuk Jalan Jenderal A. Yani, Jalan Abdul Azis, Jalur Bypass (Jalan Bayur), Jalan Poros Amuntai - Kalua, hingga Jalan Jermani Husein Banjang.
Selain memantau titik rawan kemacetan, polisi memberi perhatian khusus pada fenomena penggunaan sepeda listrik oleh anak-anak.
Petugas memberikan edukasi humanis mengenai larangan anak di bawah usia 12 tahun mengendarai sepeda listrik maupun kendaraan bermotor di jalan raya demi keselamatan bersama.
Kampanye "Safety for Humanity"
Hingga kegiatan berakhir, arus lalu lintas di seluruh wilayah hukum Polres HSU dilaporkan berada dalam situasi tertib, aman, dan lancar di bawah kondisi cuaca yang cerah tanpa ada insiden kecelakaan (nihil).
Melalui program ini, Satlantas Polres HSU kembali menggaungkan kampanye "Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan".
Langkah proaktif ini diharapkan mampu membangun kepercayaan publik terhadap Polri serta mewujudkan sosok Polantas Banua yang presisi, modern, dekat, dan bersahabat.(hms)


