BATOLA,— Suasana Lapangan Olahraga Mapolres Barito Kuala atau Batola tampak berbeda. Jika biasanya para personel Polri bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, kali ini mereka saling berhadapan di lapangan voli dalam suasana penuh semangat, tawa, dan rivalitas sehat.
Turnamen bola voli internal antar-satuan fungsi atau Satker dan Polsek jajaran Polres Batola digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat kekompakan, menjaga kebugaran, sekaligus melepas penat dari rutinitas tugas kepolisian.
Pertandingan secara resmi dibuka oleh Kapolres Batola AKBP Anib Bastian, S.I.K., M.H. melalui pukulan bola pertama. Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan bahwa turnamen ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga tentang menjaga soliditas dan semangat kebersamaan antar-personel.
“Melalui kegiatan olahraga seperti ini, kami ingin membangun sinergitas, kekompakan, serta semangat kebersamaan di antara seluruh personel Polres Batola dan Polsek jajaran,” ujar AKBP Anib Bastian.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tetap mengedepankan sportivitas serta menjaga keselamatan selama pertandingan berlangsung.
“Bertandinglah dengan semangat, tetapi tetap utamakan keselamatan. Kesehatan fisik dan kekompakan adalah modal penting bagi anggota Polri dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Turnamen internal tersebut diikuti oleh 16 tim yang terdiri dari gabungan Bagian, Satuan, Seksi, serta Polsek jajaran Polres Batola. Sejak awal pertandingan, suasana berlangsung meriah. Sorak-sorai penonton terdengar memenuhi area lapangan, terutama dari personel Reskrim, Intel, Satlantas, dan satuan lainnya yang memberikan dukungan kepada tim masing-masing.
Pertandingan pembuka mempertemukan tim Pejabat Utama atau PJU Polres Batola yang dipimpin langsung oleh Kapolres melawan tim Kapolsek jajaran. Laga berlangsung ketat dan penuh gengsi. Tim PJU akhirnya berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-1.
Di lapangan, aksi saling serang, smash keras, hingga penyelamatan bola yang dramatis membuat pertandingan semakin menarik. Setiap tim berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ada yang mengandalkan kekuatan fisik, ada pula yang bermain dengan strategi, umpan matang, serta bola-bola tipuan ke area kosong lawan.
Kejar-mengejar angka sempat terjadi dalam beberapa pertandingan. Skor imbang seperti 15-15, 20-20, hingga 24-24 membuat suasana semakin menegangkan. Para pemain tampak jatuh bangun menyelamatkan bola, sementara penonton terus memberikan dukungan dengan sorakan yang riuh namun tetap penuh keakraban.
“Di lapangan boleh saling smash, tetapi di luar lapangan kita tetap satu keluarga besar Polres Batola,” ujar salah satu personel yang ikut menyaksikan pertandingan.
Meski berlangsung sengit, pertandingan tetap berjalan dalam suasana penuh sportivitas. Begitu peluit panjang berbunyi, ketegangan langsung mencair. Para pemain dari berbagai Satker dan Polsek saling bersalaman, berpelukan, dan berbaur di tengah lapangan.
Momen kebersamaan semakin terasa ketika para personel melakukan foto bersama sambil mengangkat jari membentuk angka 80, sebagai simbol peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Kapolres Batola berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana memperkuat hubungan antaranggota, baik di tingkat Polres maupun Polsek jajaran.
“Semangat yang muncul dalam pertandingan ini harus terus dibawa dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Kita boleh berbeda fungsi dan satuan, tetapi tujuan kita tetap sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutur AKBP Anib.
Turnamen voli internal Polres Batola ini menjadi bukti bahwa semangat kompetitif dapat disalurkan secara positif. Di dalam lapangan, para personel boleh saling beradu strategi dan kekuatan. Namun di luar lapangan, mereka tetap satu komando di bawah panji Tribrata, siap melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat.(polresbatola)



