AMUNTAI, — Personel Polsek Amuntai Utara melakukan monitoring perkembangan lahan swasembada jagung di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Rabu (17/6/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau kondisi tanaman jagung milik Poktan Sungai Bayan yang sebagian lahannya tergenang air akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Kapolsek Amuntai Utara menyampaikan, pemantauan dilakukan sebagai bagian dari dukungan Polri terhadap program swasembada pangan, khususnya komoditas jagung di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara.
“Monitoring ini kami lakukan untuk mengetahui secara langsung perkembangan tanaman jagung di lapangan, terutama setelah adanya genangan air di sebagian lahan,” ujar Kapolsek Amuntai Utara dalam laporannya.
Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung di lokasi tersebut memiliki tinggi sekitar 90 hingga 110 sentimeter. Namun, kondisi sebagian tanaman mulai menunjukkan tanda-tanda daun menguning.
Daun menguning tersebut diduga terjadi karena sebagian lahan terendam air. Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan kondisi tanah menjadi lembap dan basah, sehingga memengaruhi pertumbuhan tanaman jagung.
“Kondisi tanaman masih terus dipantau. Sebagian daun terlihat menguning karena lahan mengalami kelembapan tinggi akibat genangan air,” jelasnya.
Adapun personel yang melaksanakan monitoring yakni Aiptu Ferry A.P dan Bripda Dio. Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.00 Wita hingga selesai.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara dilaporkan aman, lancar, dan terkendali.
Polsek Amuntai Utara menegaskan akan terus melakukan pemantauan terhadap lahan pertanian masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Polres HSU
Hebat, Sigap, Unggul untuk Masyarakat


