Dukung Swasembada Pangan, Polsek Banjang Pantau Lahan Jagung Hibrida di HSU

Lensa Kalimantan
, 7/09/2026 08:25:00 PM WIB Last Updated 2026-07-09T13:25:42Z
---

 


HULU SUNGAI UTARA, – Kepolisian Sektor (Polsek) Banjang terus berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional. Langkah ini dibuktikan melalui monitoring intensif terhadap perkembangan lahan swasembada jagung yang berada di wilayah hukum mereka, tepatnya di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan.


Pemantauan lapangan ini dipimpin langsung oleh sejumlah personel Polsek Banjang, di antaranya Aiptu Herry Susanto, Aiptu Slamet Rianto, Aiptu Sukadi, dan Aiptu Suyatmin, pada Kamis (9/7/2026) siang.


Plh. Kapolsek Banjang menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Polri untuk memastikan program swasembada pangan di tingkat desa berjalan optimal tanpa kendala.


"Kami turun langsung ke lapangan untuk melihat sejauh mana perkembangan komoditas jagung ini. Kehadiran Polri di sini bukan sekadar memantau, melainkan juga mendampingi petani agar target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah dapat tercapai," ujar Plh. Kapolsek Banjang saat dikonfirmasi, Kamis.


Objek monitoring kali ini adalah lahan pertanian milik Sadikin, seorang petani setempat yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Mandiri. Poktan ini merupakan salah satu kelompok tani binaan polri yang fokus pada pengembangan jagung pakan.


Lahan seluas 4 hektar (40.000 meter persegi) tersebut ditanami varietas Jagung Hibrida Bisi 18. Hingga saat ini, proses penanaman yang dimulai sejak 12 Mei 2026 lalu telah menunjukkan hasil yang sangat positif.


"Saat ini usia tanam sudah memasuki hari ke-59. Dari hasil pengukuran di lapangan, tinggi tanaman jagung rata-rata sudah mencapai 2 meter hingga 2,10 meter. Pertumbuhannya sangat bagus dan sehat," kata perwakilan personel pelaksana, Aiptu Herry Susanto di lokasi pertanian.


Untuk mendukung kesuburan tanaman, para petani memanfaatkan kombinasi pupuk NPK 16.16.16 serta kapur pertanian (Dolomit) guna menjaga kadar keasaman tanah. Pengendalian gulma juga dilakukan secara terukur menggunakan herbisida Basmilang, meski proses pengelolaan lahan dan penanaman sebagian besar masih menggunakan alat mesin pertanian (alsintan) manual.


Jika pertumbuhan terus stabil, lahan jagung hibrida ini diperkirakan siap memasuki masa panen raya pada pertengahan musim gugur mendatang.


"Estimasi panen perdana dijadwalkan pada tanggal 10 Oktober 2026. Kami optimis hasilnya akan melimpah dan mampu menyuplai kebutuhan jagung pakan di wilayah HSU," tambah Aiptu Herry.


Di sisi lain, Polsek Banjang memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sekitar area pertanian dan wilayah hukum Kecamatan Banjang secara umum berada dalam kondisi yang aman, damai, dan kondusif. Langkah ini sejalan dengan komitmen Polres HSU yang mengusung semangat "HEBAT" (Hebat, Sigap, Unggul untuk masyarakat) dalam mewujudkan Indonesia Emas.

Komentar

Tampilkan

Terkini