HULU SUNGAI UTARA, – Cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi yang memicu banjir dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada sektor pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan.
Berdasarkan hasil monitoring Kepolisian Sektor (Polsek) Sungai Pandan, tanaman jagung pada program swasembada pangan di Desa Sungai Pinang dan Desa Tambalang Kecil dilaporkan mengalami gagal tumbuh sebagian.
"Dari hasil pantauan langsung anggota di lapangan pada Selasa (21/7/2026) siang, tanaman jagung yang berhasil tumbuh hanya sebagian. Sebagian besar lainnya mengalami gagal tumbuh akibat terendam banjir akibat tingginya curah hujan beberapa waktu lalu," ujar Kapolsek Sungai Pandan dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).
Monitoring ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan melekat kepolisian terhadap program ketahanan pangan nasional di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan.
Pemantauan di dua desa tersebut berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 14.00 Wita, dipimpin oleh Ps. Kanit Binmas Polsek Sungai Pandan Aiptu Agus Tri Saptiawan, S.Hut., bersama Aipda Eddy Khairudin, S.H., dan Briptu Ahmad Hasan menggunakan armada roda empat dinas.
Aiptu Agus Tri Saptiawan, yang juga memiliki latar belakang pendidikan sarjana kehutanan, menjelaskan bahwa kondisi tanah yang terlalu jenuh air akibat banjir menjadi faktor utama rusaknya benih dan bibit jagung yang baru ditanam.
"Faktor cuaca memang menjadi tantangan utama para petani saat ini. Curah hujan yang di luar prediksi membuat drainase lahan meluap, sehingga merusak perakaran tanaman jagung yang sensitif terhadap genangan air jangka panjang," kata Aiptu Agus di lokasi pemantauan.
Meski menghadapi kendala alam, Polsek Sungai Pandan memastikan akan terus bersinergi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan kelompok tani setempat untuk mencari solusi terbaik, termasuk mengevaluasi pola tanam atau sistem drainase lahan.
Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sekitar lokasi pertanian dan wilayah hukum Polsek Sungai Pandan secara umum tetap berjalan aman, kondusif, dan terkendali.
Langkah monitoring ini sejalan dengan komitmen Kepolisian Resor (Polres) HSU melalui semangat "HEBAT" (Hebat, Sigap, Unggul untuk Masyarakat) dalam mengawal dan menyukseskan program swasembada pangan nasional di tingkat daerah.(Hms)


