HULU SUNGAI UTARA, – Tingginya intensitas air mulai mengancam program swasembada pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan.
Lahan perkebunan jagung milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, dilaporkan tergenang air yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu.
Kondisi tersebut ditemukan saat personel Polsek Amuntai Utara melakukan monitoring langsung ke lapangan pada Kamis (2/7/2026) siang sekitar pukul 11.00 WITA.
Kapolsek Amuntai Utara menyatakan bahwa genangan air ini berdampak langsung pada kualitas fisik tanaman jagung yang saat ini memiliki ketinggian antara 50 hingga 90 sentimeter.
"Kondisi tanah di lokasi mengalami kelembaban yang sangat tinggi atau basah. Akibatnya, daun tanaman jagung mulai menguning dan pertumbuhannya menjadi terganggu," ujar Kapolsek Amuntai Utara dalam keterangannya.
Pemantauan ini dilakukan oleh dua personel Polsek Amuntai Utara, yaitu Aiptu Ferry A.P dan Bripda Dio. Langkah proaktif ini diambil sebagai bagian dari fungsi pengawasan Polri dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional di tingkat daerah.
Meski lahan pertanian menghadapi kendala cuaca dan kondisi tanah, pihak kepolisian memastikan aktivitas warga dan situasi kamtibmas di wilayah hukum Amuntai Utara tetap kondusif.
"Kegiatan monitoring berjalan lancar. Hingga saat ini, situasi di daerah hukum Polsek Amuntai Utara aman dan terkendali," lanjutnya.
Pihak kepolisian akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan kelompok tani setempat untuk memantau perkembangan situasi lahan, guna mengantisipasi kegagalan panen yang lebih luas.(hms)


