SPBUN Kuala Tambangan Segera Beroperasi, Solar Nelayan Rp6.800 per Liter

Lensa Kalimantan
, 7/15/2026 06:56:00 PM WIB Last Updated 2026-07-15T11:56:22Z
---

PELAIHARI – Kabar baik bagi nelayan di Desa Kuala Tambangan, Kecamatan Takisung. SPBUN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan) milik PT Sarana Dua Bersama Mandiri segera beroperasi dan akan melayani penyaluran solar bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.


Pemilik SPBUN PT Sarana Dua Bersama Mandiri, Nurul Tasiah, mengatakan pihaknya telah memperoleh izin dari Pertamina untuk menyalurkan solar bersubsidi kepada nelayan. Saat ini, operasional SPBUN hanya tinggal menunggu rekomendasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Tanah Laut.


“SPBUN PT Sarana Dua Bersama Mandiri yang berlokasi di Kuala Tambangan sebentar lagi akan kami operasikan sesuai arahan Pertamina. Solar bersubsidi akan kami datangkan ke Kuala Tambangan, namun penjualan masih menunggu rekomendasi dari DKPP Tanah Laut,” ujar Nurul di Pelaihari, Rabu (15/07/2026).


Ia menjelaskan, pembelian solar bersubsidi oleh nelayan wajib menggunakan surat rekomendasi sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah rekomendasi diterbitkan dan pasokan solar tersedia, SPBUN ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026.


Menurut Nurul, solar bersubsidi akan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp6.800 per liter.


“Kami menjual sesuai HET, yaitu Rp6.800 per liter,” katanya.


Nurul berharap keberadaan SPBUN di Kuala Tambangan dapat memudahkan nelayan memperoleh solar bersubsidi dengan harga resmi sekaligus memastikan penyalurannya benar-benar tepat sasaran.


“Harapan kami, nelayan bisa menikmati solar bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. Itulah tujuan kami membuka SPBUN di Kuala Tambangan,” ucapnya.


Ia juga menyatakan terbuka terhadap pengawasan dari tim terpadu maupun aparat penegak hukum (APH) selama proses penyaluran berlangsung.


“Kami sangat senang apabila ada pengawasan dari tim terpadu maupun aparat penegak hukum. Dengan begitu, penyaluran solar bersubsidi dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini