Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. mengajak para tokoh lintas agama se-Kalimantan untuk menjadikan alam sebagai sahabat

Lensa Kalimantan
, 8/09/2026 04:51:00 PM WIB Last Updated 2026-08-09T09:51:45Z
---

Banjarmasin,– Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. mengajak para tokoh lintas agama se-Kalimantan untuk menjadikan alam sebagai sahabat dengan membangun kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan.


Ajakan tersebut disampaikan Menteri Agama saat memberikan arahan dalam acara Silaturahmi Menteri Agama RI bersama tokoh agama se-Kalimantan yang digelar di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (09/08/2026).


Menurut Nasaruddin, alam tidak semestinya dipandang hanya sebagai objek yang dapat dieksploitasi, tetapi harus diperlakukan sebagai bagian dari kehidupan yang perlu dijaga dan dirawat. Cara manusia memperlakukan alam, menurutnya, akan menentukan keberlanjutan kehidupan.


“Jadi alam itu, Bapak dan Ibu, kalau kita niatkan sebagai obat, sebagai sahabat, dia akan memberikan energi tersendiri,” ujarnya.


Nasaruddin menilai, selama ini manusia masih kerap memandang alam sebagai benda mati sehingga tidak jarang alam dibakar, dibongkar, dan digusur. Menurutnya, perlakuan yang tidak bijak terhadap alam tersebut pada akhirnya dapat menimbulkan kerusakan lingkungan dan berbagai dampak yang kembali dirasakan oleh manusia.


“Tetapi selama ini kita menganggap alam itu benda mati. Alam dibakar, dibongkar, digusur, alam akan marah,” ujarnya.


Ia mengajak para tokoh agama untuk menanamkan kecintaan terhadap lingkungan kepada masyarakat melalui nilai-nilai keagamaan. Kepedulian terhadap alam, katanya, merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kehidupan sekaligus keberlanjutan generasi mendatang.


“Mari kita mencintai lingkungan kita. Sebab, kalau alam ini kita perlakukan sebagai objek, kiamat akan datang lebih awal. Tetapi jika kita perlakukan sebagai sahabat, alam ini akan awet dan akan memberikan kontribusi positif buat kita semuanya,” lanjutnya.


Nasaruddin juga mengajak seluruh pihak di Kalimantan Selatan untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan melalui pengembangan ekoteologi sebagai bagian dari gerakan keagamaan di lingkungan Kementerian Agama.


“Mari kita lestarikan Kalimantan Selatan ini dengan cara mencintai lingkungan. Ini kita kembangkan ekoteologi di Kementerian Agama,” tegasnya.


Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Agama RI di Banua menjadi sebuah kebanggaan dan kehormatan, tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi pemerintah daerah.


“Kehadiran Bapak Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. menjadi suatu kehormatan dan kebanggaan bagi pemerintah daerah dan masyarakat Kalimantan Selatan,” ujar H. Muhidin dalam sambutannya, yang turut didampingi Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman.


Menurut Muhidin, kehadiran Menteri Agama RI juga menjadi momentum untuk semakin memperkuat kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan para pemangku kepentingan dalam menjaga kehidupan beragama yang harmonis dan toleran di Kalimantan Selatan.


“Kunjungan Bapak Menteri tentunya juga memperkuat kolaborasi dan sinergi kita untuk mempertahankan kehidupan beragama yang harmonis dan toleran. Insya Allah, Kalsel akan menjadi pilar Indonesia dalam merawat peradaban kehidupan beragama dalam bingkai persatuan, persaudaraan, dan toleransi,” tambahnya.(kemenagkalsel)

Komentar

Tampilkan

Terkini