H. Junaidi: ORI Kalsel Harus Hadir Menjawab Persoalan Rakyat, Perkuat Masyarakat Adat dan Ketahanan Daerah

Lensa Kalimantan
, 9/26/2026 06:51:00 PM WIB Last Updated 2026-09-26T12:32:53Z
---

 


BANJARMASIN – Pelantikan kepengurusan Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) Kalimantan Selatan yang dirangkai dengan kegiatan donor darah menjadi momentum untuk mempertegas arah gerakan organisasi di daerah.


Di tengah berbagai persoalan sosial, ekonomi dan kemasyarakatan, ORI Kalsel didorong tidak sekadar membangun struktur organisasi, tetapi mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.


Pesan tersebut disampaikan H. Junaidi, Dewan Pembina ORI Kalsel, seusai rangkaian kegiatan pelantikan dan donor darah ORI Kalsel di Hotel HBI, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (26/9/2026).



Menurut Junaidi, terbentuknya ORI di Kalimantan Selatan harus mampu memperkuat fungsi organisasi dalam membantu mengidentifikasi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.


“Dengan terbentuknya ORI di Kalsel, kita semakin memaksimalkan fungsi kita untuk membantu masalah. Kita tahu banyak masalah di negara kita, banyak masalah di daerah kita,” ujar Junaidi.


Keseimbangan Pusat dan Daerah Jadi Perhatian


Junaidi menilai salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana membangun keseimbangan hubungan antara pemerintah pusat dan daerah.


Menurutnya, keberadaan organisasi masyarakat dapat menjadi salah satu ruang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus memberikan masukan terhadap berbagai kebijakan.


“Salah satu tadi disinggung oleh Sekjen Ferri, keseimbangan pusat dan daerah. Itu salah satu perjuangan kita ke depan,” katanya.



Ia menambahkan, ORI diharapkan dapat menjadi wadah yang mampu menyerap suara masyarakat dari berbagai lapisan dan membawanya ke ruang dialog yang konstruktif.


Bagi Junaidi, penguatan organisasi bukan semata-mata tentang memperbanyak struktur, melainkan bagaimana struktur tersebut memiliki fungsi dan memberikan manfaat.


Masyarakat Adat Dinilai Penting Diperkuat


Selain persoalan hubungan pusat dan daerah, Junaidi juga memberikan perhatian terhadap keberadaan masyarakat adat.


Menurut dia, pembangunan daerah tidak hanya dapat dilihat dari aspek ekonomi dan infrastruktur. Ketahanan sosial dan budaya juga perlu diperkuat agar masyarakat memiliki fondasi yang kokoh menghadapi perubahan zaman.


“Yang kedua, saya juga singgung, membangun masyarakat adat itu sangat perlu,” tegasnya.


Junaidi berpandangan, masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai budaya dan identitas daerah.


Karena itu, penguatan masyarakat adat dinilai perlu menjadi bagian dari perhatian organisasi ke depan.


“Karena ketahanan budaya itu akan memperkuat masyarakat dari infiltrasi asing masuk, baik itu media asing dan segala macam. Pengaruh asing itu akan kita perkuat dengan masyarakat,” ujarnya.


Menurut Junaidi, ketahanan budaya bukan berarti menutup diri dari perkembangan dunia, tetapi memastikan masyarakat memiliki kemampuan untuk menyaring berbagai pengaruh dari luar tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai lokal.


ORI Didorong Jadi Ruang Pengabdian


Junaidi mengatakan, kehadiran ORI Kalsel harus diarahkan sebagai ruang pengabdian bagi berbagai elemen masyarakat.


Organisasi, kata dia, memiliki peluang untuk mempertemukan berbagai latar belakang, mulai dari aktivis, pengusaha, akademisi, pekerja, tokoh masyarakat hingga elemen lainnya.



Semangat tersebut sejalan dengan arah yang disampaikan Sekjen DPP ORI Ferri Nurzarli, S.E., S.H., bahwa ORI dibangun untuk berjuang bagi kepentingan rakyat dan menjadi mitra kritis pemerintah.


Dalam konteks tersebut, Junaidi menilai ORI Kalsel harus mampu memainkan peran sebagai jembatan antara aspirasi masyarakat dengan para pemangku kebijakan.


“Kita tidak ingin organisasi hanya besar secara struktur, tetapi harus besar manfaatnya bagi masyarakat,” menjadi semangat yang relevan dengan arah pembentukan ORI Kalsel.


Dari Donor Darah hingga Pemberdayaan Masyarakat


Rangkaian pelantikan yang dirangkai dengan donor darah juga menjadi gambaran bahwa kerja organisasi dapat dimulai dari kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.


Ketua DPD ORI Kalsel Sulkan, S.H., M.M., sebelumnya menyampaikan bahwa kegiatan donor darah mendapat dukungan PMI dengan enam personel dan delapan bed pelayanan.



Sementara itu, ORI Kalsel juga menyiapkan agenda pemberdayaan masyarakat, termasuk mendorong pembinaan UMKM yang jumlahnya cukup besar di Kalimantan Selatan.


Junaidi melihat persoalan sosial, ekonomi, budaya dan kebangsaan sebagai bagian yang saling berkaitan.


Karena itu, keberadaan ORI di Kalsel diharapkan tidak hanya menjadi organisasi yang menyampaikan aspirasi, tetapi juga ikut mencari jalan keluar atas persoalan yang dihadapi masyarakat.


Menjaga Identitas di Tengah Perubahan


Junaidi menegaskan bahwa pembangunan masyarakat harus berjalan seiring dengan penguatan identitas dan ketahanan budaya.


Menurutnya, masyarakat yang memiliki fondasi sosial dan budaya yang kuat akan lebih siap menghadapi berbagai perubahan dan pengaruh dari luar.


“Masyarakat adat itu sangat perlu dibangun. Ketahanan budaya akan memperkuat masyarakat,” katanya.


Ia berharap ORI Kalsel dapat mengambil bagian dalam proses tersebut melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.


Dengan terbentuknya kepengurusan ORI Kalsel dan dimulainya berbagai kegiatan sosial, Junaidi menilai pekerjaan organisasi justru baru dimulai.


Pelantikan, menurutnya, harus menjadi pintu masuk menuju kerja-kerja nyata di tengah masyarakat—mulai dari penguatan ekonomi rakyat, penyampaian aspirasi, kegiatan sosial hingga menjaga ketahanan sosial dan budaya daerah.


Bagi ORI Kalsel, organisasi bukan sekadar soal siapa yang duduk dalam kepengurusan, tetapi tentang seberapa jauh keberadaannya mampu dirasakan dan memberikan manfaat bagi rakyat.(@Wawan)

Komentar

Tampilkan

Terkini