BANJARMASIN, 27 September 2026, – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap masyarakat mewarnai Aksi Sosial Terapimasal “Bersama Sehat untuk Sesama” yang digelar di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan sosial tersebut melibatkan sekitar 20 terapis dari berbagai bidang keahlian. Mereka memberikan pelayanan kepada masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar, pengecekan tekanan darah dan gula darah, konsultasi, edukasi kesehatan, hingga layanan terapi.
Di balik kegiatan tersebut, dukungan sejumlah tokoh dan organisasi turut menjadi bagian penting. Salah satunya datang dari Zul Faisal Putra, Pembina Perkumpulan Terapis, yang memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan sosial yang dilakukan PALAK (Panambaan Laung Kuning).
Zul Faisal Putra, tidak hanya memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan, tetapi juga mendorong agar kegiatan sosial semacam itu dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga menyampaikan pesan agar kebersamaan dan kedamaian tetap menjadi landasan dalam setiap kegiatan kemasyarakatan.
Menurut Zul Faisal Putra, semangat kebersamaan perlu terus dijaga agar berbagai organisasi, komunitas maupun perkumpulan dapat bergerak bersama menghadirkan kegiatan yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga suasana damai dan menghindari “becakut papadan”, sehingga perbedaan tidak menjadi penghalang untuk membangun kerja sama dan kepedulian sosial.
Pesan tersebut dinilai relevan dengan semangat kegiatan terapi massal yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu ruang kebersamaan.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Laung Kuning Banjar (LKB). Sejumlah tokoh dan pengurus Perkumpulan Terapis turut hadir, di antaranya Penasihat Perkumpulan Terapis H. Diaf Hirsa dan Pembina Perkumpulan Terapis Zul Faisal Putra.
Bagi Zul Faisal Putra, kegiatan sosial bukan sekadar agenda sesaat. Ia mendorong agar kegiatan serupa dapat diarahkan menjadi kegiatan berkelanjutan dengan cakupan manfaat yang semakin luas.
Dorongan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara komunitas, organisasi kemasyarakatan, para praktisi terapi dan masyarakat.
Sementara itu, Abdul Halik Ketua PALAK melalui unsur dari Penambaan Bakumpai Abi Hendra Wiguna , turut mendorong pelaksanaan kegiatan sosial tersebut agar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Abi Hendra Wiguna mengatakan, kegiatan terapimasal tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para terapis, tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan pelayanan sosial yang dapat dijangkau masyarakat.
“Kita ingin kegiatan ini benar-benar menjadi bentuk kepedulian kepada masyarakat. Para terapis yang memiliki keahlian masing-masing kita dorong untuk hadir dan memberikan pelayanan secara sosial kepada warga,” ujar Abi Hendra Wiguna.
Ia menilai keterlibatan sekitar 20 terapis menunjukkan adanya semangat kebersamaan dari berbagai praktisi terapi untuk berkontribusi melalui kegiatan kemasyarakatan.
“Yang terpenting adalah kebersamaan dan kepedulian. Keahlian yang dimiliki masing-masing terapis diharapkan dapat digunakan secara bijak untuk membantu masyarakat, tentunya dengan tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan setiap orang,” katanya.
Sementara itu, Hj. Siti Rosiah Alzena mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para terapis untuk memperkenalkan sekaligus memberikan layanan kepada masyarakat dalam suasana sosial dan kebersamaan.
Ia menjelaskan, kegiatan tidak hanya berisi layanan terapi, tetapi juga pemeriksaan dan edukasi kesehatan dasar.
“Kami ingin masyarakat mendapatkan manfaat dari kegiatan ini. Selain terapi, ada pemeriksaan kesehatan, pengecekan tekanan darah dan gula darah, konsultasi serta edukasi. Jadi masyarakat bisa memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatannya,” ujar Hj. Siti Rosiah Alzena.
Sekitar 20 terapis yang terlibat memberikan layanan dengan berbagai bidang keahlian. Di antaranya pijat tradisional, bekam, totok saraf, totok wajah, lulur serta sejumlah metode terapi lainnya.
Selain layanan terapi, masyarakat juga memperoleh kesempatan melakukan pemeriksaan kesehatan dan berkonsultasi mengenai keluhan yang mereka rasakan.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat tetap diarahkan untuk memahami kondisi kesehatan masing-masing dan memperoleh pemeriksaan serta penanganan medis profesional apabila mengalami keluhan yang membutuhkan tindak lanjut.
Dukungan Zul Faisal Putra, terhadap kegiatan tersebut sekaligus mempertegas pentingnya keberlanjutan kegiatan sosial yang melibatkan organisasi dan komunitas masyarakat.
Pesan damai yang disampaikannya juga menjadi bagian dari semangat untuk menjaga kebersamaan. Menurutnya, berbagai unsur masyarakat memiliki ruang untuk berkontribusi sesuai bidang dan kemampuan masing-masing.
Kolaborasi antara Perkumpulan Terapis, PALAK, Laung Kuning Banjar serta berbagai unsur masyarakat diharapkan dapat melahirkan lebih banyak kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung.
Semangat tersebut sejalan dengan harapan agar kegiatan terapimasal tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, tetapi dapat berkembang menjadi agenda sosial yang berkelanjutan.
Hj. Siti Rosiah Alzena juga berharap kegiatan terapimasal ke depan dapat melibatkan lebih banyak unsur masyarakat.
“Harapan kami, kegiatan ini bisa terus berkembang. Bukan hanya menjadi tempat berkumpul para terapis, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan kepedulian kepada masyarakat,” ujarnya.
Aksi Sosial Terapimasal “Bersama Sehat untuk Sesama” akhirnya tidak hanya menjadi ruang pelayanan dan edukasi kesehatan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi, kebersamaan serta kepedulian sosial.
Dukungan Zul Faisal Putra untuk keberlanjutan kegiatan, disertai pesan agar masyarakat tetap menjaga kedamaian dan tidak becakut papadan, menjadi salah satu pesan penting dari kegiatan tersebut: bahwa kepedulian kepada sesama dapat tumbuh ketika berbagai unsur masyarakat memilih untuk berjalan bersama.(@dw)


