Aksi Sosial di Siring Menara Pandang, PALAK Kenalkan Alternatif Pendamping Kesehatan Berbasis Tradisi Banjar

Lensa Kalimantan
, 10/04/2026 04:02:00 PM WIB Last Updated 2026-10-04T09:02:49Z
---

BANJARMASIN,– Mengusung semangat kepedulian sosial sekaligus melestarikan budaya pengobatan tradisional Banjar, Perkumpulan Ahli Laung Kuning (PALAK) Banjarmasin menggelar aksi sosial terapi massal bertajuk “Bersama Sehat untuk Sesama” di kawasan Siring Menara Pandang, Kota Banjarmasin, Minggu (4/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WITA tersebut melibatkan 15 orang terapis yang memberikan pelayanan secara sukarela kepada masyarakat, khususnya warga yang sedang menikmati aktivitas olahraga dan jalan pagi di kawasan ikon wisata Kota Banjarmasin itu.


Aksi sosial ini menjadi momentum perdana PALAK Banjarmasin tampil di hadapan publik sejak dibentuk sebagai divisi khusus di bawah naungan Laung Kuning Banjar Divisi Banjarmasin.


Selain memberikan pelayanan terapi, kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan keberadaan PALAK kepada masyarakat luas sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya Banjar dapat berjalan seiring dengan pengabdian dan kepedulian sosial.


Ketua PALAK Banjar, Abdul Halik, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata upaya menjaga dan melestarikan budaya penambaan Banjar agar tetap dikenal serta memiliki manfaat bagi masyarakat.


Menurutnya, tradisi dan keahlian penambaan merupakan bagian dari kekayaan budaya lokal yang perlu dirawat melalui kegiatan nyata, bukan sekadar diwariskan secara lisan.


"Untuk melestarikan budaya penambaan Banjar, kegiatan pelayanan kepada masyarakat hari ini kami laksanakan secara sukarela. Kami ingin menunjukkan bahwa tradisi dan keahlian yang dimiliki para penambaan dapat terus dijaga sekaligus memberikan manfaat bagi sesama," ujar Abdul Halik.


Ia berharap kegiatan sosial tersebut dapat menjadi langkah awal dalam memperkenalkan lebih luas keberadaan para penambaan Banjar sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi penerus terhadap warisan budaya daerah.


Perdana Tampil di Ruang Publik, Libatkan 15 Terapis


Pembina PALAK Banjar, Zul Faisal Putra, menjelaskan bahwa aksi sosial terapi massal ini merupakan bagian dari pengabdian Laung Kuning Banjar Banjarmasin kepada masyarakat.


Ia menuturkan, pembentukan PALAK menjadi langkah organisasi dalam mewadahi para penambaan yang memiliki keahlian dan profesi di bidang terapi, sehingga dapat berkontribusi secara langsung melalui kegiatan sosial.


"Ini merupakan bagian dari bakti sosial kami kepada masyarakat, khususnya warga Kota Banjarmasin dan sekitarnya yang menikmati jalan pagi di Siring Menara Pandang. Kami ingin hadir di tengah masyarakat dan memberikan pelayanan yang bisa dirasakan secara langsung," kata Zul Faisal.


Menurutnya, PALAK dibentuk sebagai divisi penambaan Laung Kuning Banjar di Banjarmasin. Kegiatan di Siring Menara Pandang menjadi penampilan perdana divisi tersebut di hadapan masyarakat.


"Ini bagian dari pengabdian Laung Kuning Banjar Banjarmasin. Mereka membentuk satu divisi khusus, yaitu divisi penambaan Laung Kuning atau PALAK. Alhamdulillah, hari ini menjadi momentum perdana tampil di depan publik," ungkapnya.


Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 15 terapis diterjunkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mereka memiliki keahlian masing-masing dan berupaya memberikan kontribusi sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.


Zul Faisal berharap kegiatan ini menjadi sarana untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai Laung Kuning Banjar, termasuk berbagai kegiatan dan divisi yang berada di bawah naungannya.


"Kami berharap masyarakat semakin mengenal Laung Kuning Banjar dan mengetahui bahwa organisasi kemasyarakatan ini juga memiliki divisi penambaan. Para penambaan bukan hanya tergabung dalam organisasi, tetapi juga mempunyai keahlian dan profesi masing-masing yang dapat diabdikan untuk membantu masyarakat," jelasnya.


Selain memperkenalkan organisasi, Zul Faisal juga menyampaikan pesan penting kepada seluruh penambaan di Banjarmasin agar senantiasa menjaga solidaritas, memperkuat kebersamaan, dan saling menghormati dalam menjalankan profesi.


Sebagai pembina para penambaan, ia menilai bahwa persatuan dan semangat saling mendukung menjadi fondasi penting agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus berkembang.


Menurutnya, profesi penambaan tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan memberikan terapi, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan dan pengabdian.


"Saya berharap seluruh penambaan, karena kita berada dalam satu profesi, bisa saling memberikan dukungan dan saling menghormati. Jangan sampai perbedaan menjadi penghalang untuk bersama-sama berbuat baik," pesannya.


Ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan penambaan adalah membantu masyarakat. Karena itu, setiap pelayanan yang dilakukan dengan ketulusan diharapkan menjadi amal kebaikan.


"Tujuan penambaan itu adalah membantu masyarakat. Jadi, apa yang kita lakukan ini bukan hanya sebatas pekerjaan, tetapi juga bagian dari pengabdian dan mudah-mudahan menjadi pahala bagi kita semua," tambahnya.


Salah satu terapis yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, Hj. Siti Rosiah Alzena, menyampaikan rasa senangnya dapat berpartisipasi dalam aksi sosial yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan terapi.


Ia berharap kegiatan yang berlangsung di kawasan Siring Menara Pandang itu dapat memberikan manfaat bagi warga yang datang untuk berolahraga maupun menikmati suasana pagi.


"Harapan kami, semoga masyarakat yang berada di Siring Menara Pandang bisa mendapatkan pelayanan dari kami, para terapis. Semoga semuanya selalu sehat dan kegiatan ini membawa manfaat bagi masyarakat," ujar Siti Rosiah.


Ia juga berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada kesempatan mendatang sehingga semakin banyak warga yang berkesempatan mendapatkan pelayanan dari para terapis PALAK Banjar.


"Semoga nanti masyarakat bisa kembali mendapatkan pelayanan terapi dalam acara kami selanjutnya. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," tuturnya.


Dalam publikasi kegiatan, PALAK Banjarmasin memperkenalkan pelayanan terapi sebagai alternatif pendamping untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai keluhan kesehatan, seperti sakit kepala, migrain, vertigo, sakit pinggang, gangguan lambung, asam urat, kolesterol, serta layanan terkait pemulihan dan pencegahan stroke.


Masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan diarahkan untuk mendaftar dan menyampaikan keluhan terlebih dahulu kepada terapis agar pelayanan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.


Meski demikian, terapi yang ditawarkan merupakan layanan alternatif dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan pemeriksaan maupun pengobatan medis. Masyarakat dengan keluhan serius, termasuk gejala stroke, tetap perlu segera memperoleh penanganan tenaga medis profesional.


Melalui pendekatan pelayanan yang terbuka, PALAK Banjar berharap masyarakat dapat lebih mengenal keberadaan para terapis sekaligus memahami pentingnya menjaga kesehatan.


Aksi sosial terapi massal di Siring Menara Pandang menjadi langkah awal PALAK Banjarmasin dalam memperkuat eksistensinya di tengah masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pelayanan sukarela, tetapi juga mempertemukan semangat pelestarian budaya dengan nilai solidaritas dan kemanusiaan.


Di tengah aktivitas warga yang memadati kawasan tepian Sungai Martapura pada Minggu pagi, para terapis hadir membawa pesan bahwa keahlian profesi dapat menjadi sarana untuk berbagi dan membantu sesama.


Dengan semangat “Bersama Sehat untuk Sesama”, PALAK Banjarmasin berharap dapat terus menghadirkan kegiatan sosial yang bermanfaat, memperkuat persaudaraan antarpenggiat penambaan, serta menjaga warisan budaya Banjar agar tetap hidup dan memberikan kontribusi positif bagi generasi mendatang.(@dw)

Komentar

Tampilkan

Terkini