BANJARMASIN – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kalimantan Selatan semakin serius memperkuat konsolidasi organisasi dan memanaskan mesin politik menghadapi kontestasi Pemilu 2029.
Komitmen tersebut ditandai dengan pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar, sekaligus pengukuhan pengurus DPC Hanura Kota Banjarbaru. Kegiatan berlangsung di Banjarmasin, Minggu (4/10/2026).
Pelantikan tiga kepengurusan daerah tersebut menjadi momentum penting bagi Hanura Kalsel untuk membangun kembali kekuatan organisasi, memperluas jaringan kader, serta memperkuat kehadiran partai hingga ke tingkat kecamatan, desa, kelurahan, bahkan lingkungan RT dan RW.
Ketua DPD Hanura Kalsel, Habib H. Sayed Jafar Alaydrus, melalui Sekretaris DPD Hanura Kalsel, Hj. Syarifah Santiyansyah, S.H., M.Si., menegaskan bahwa pelantikan bukanlah akhir dari proses organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab besar seluruh pengurus untuk bekerja dan membesarkan partai.
Menurutnya, harapan Ketua DPD agar tiga DPC yang baru dilantik mampu mengikuti keberhasilan konsolidasi di delapan kabupaten/kota yang sebelumnya telah menyelesaikan pelantikan kepengurusan.
“Harapan Pak Ketua, konsolidasi di tiga daerah ini dapat berjalan sama baiknya dengan delapan kabupaten/kota yang sudah lebih dahulu dilantik. Sesuai amanah organisasi, setelah pelantikan seluruh pengurus harus segera bergerak melakukan konsolidasi, membangun kekuatan, menjaga kebersamaan, dan memperkuat kekompakan,” ujar Syarifah menyampaikan pesan Ketua DPD.
Ia menjelaskan, soliditas organisasi harus dibarengi dengan kedekatan emosional antara kader dan masyarakat. Pengurus partai tidak boleh hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi harus mampu hadir, mendengar, serta memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Pesan Pak Ketua sangat jelas, setelah dilantik seluruh pengurus memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, menjalin hubungan baik, serta mendengarkan isi hati dan aspirasi rakyat. Kita ingin Hanura benar-benar dikenal dan mendapat tempat di hati masyarakat,” tegasnya.
Syarifah menambahkan, Ketua DPD Hanura Kalsel juga menginstruksikan seluruh kader agar tidak hanya menyampaikan program partai, tetapi turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat, terutama ketika menghadapi persoalan mendesak.
Salah satu perhatian yang disampaikan adalah persoalan kebutuhan air bersih dan dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
“Pak Ketua mengingatkan agar kader melihat langsung apa yang menjadi kebutuhan dan kekurangan masyarakat. Misalnya, persoalan air bersih dan kondisi kabut asap yang sekarang kita rasakan. Beliau juga sudah menyiapkan sarana pemadam kebakaran sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Syarifah, politik harus diwujudkan melalui kerja nyata dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat.
“Jangan sampai masyarakat hanya mengenal Hanura dari nama dan atribut partainya. Kita ingin masyarakat merasakan langsung kehadiran dan kepedulian kader Hanura. Inilah yang akan menjadi pembeda, bahwa Hanura harus benar-benar membawa semangat hati nurani rakyat,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya loyalitas dan kerja sama seluruh jajaran, mulai dari DPD, DPC hingga PAC, untuk mencapai target politik pada Pemilu mendatang.
“Keberhasilan Pemilu Legislatif tidak bisa dicapai hanya oleh satu atau dua orang. Dibutuhkan kerja keras, kerja sama, loyalitas, dan kekompakan seluruh kader. Kita ingin kursi-kursi legislatif dapat terisi secara maksimal, dan itu harus diperjuangkan bersama-sama mulai sekarang,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC Hanura Kota Banjarbaru, Hj. Jubaidah, S.Sos., M.Si., menyatakan kesiapannya untuk langsung bekerja setelah resmi dikukuhkan.
Ia menegaskan, pelantikan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi titik awal kebangkitan dan penguatan kembali Hanura di Kota Banjarbaru.
“Setelah dikukuhkan, kami di Kota Banjarbaru akan bekerja keras mempersiapkan diri menghadapi kontestasi politik ke depan. Persaingan politik tentu akan semakin ketat. Karena itu, pelantikan ini bukan hanya seremoni, tetapi harus menjadi awal dari kerja nyata seluruh pengurus,” ujarnya.
Jubaidah mengakui, Hanura di Banjarbaru memiliki pekerjaan besar untuk membangun kembali kekuatan organisasi setelah cukup lama mengalami kevakuman.
“Partai ini sudah sekitar dua dekade seperti tertidur. Sekarang menjadi tugas kami untuk membangunkannya kembali. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar Hanura Banjarbaru bisa bergerak lebih cepat, mengejar ketertinggalan, dan mengembalikan kejayaan seperti yang pernah dicapai pada 2009,” ungkapnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, pihaknya akan memprioritaskan pembentukan dan penguatan jaringan organisasi di lima kecamatan yang ada di Kota Banjarbaru.
Jubaidah optimistis, dengan kerja keras dan konsolidasi yang terarah, Hanura dapat kembali memiliki basis kekuatan politik yang diperhitungkan.
“Target kami, minimal tiga kecamatan bisa menjadi basis kekuatan partai, bahkan kalau memungkinkan seluruh lima kecamatan akan kami garap dan kami bangun kepengurusannya secara maksimal. Kami tidak ingin hanya memiliki struktur di atas kertas, tetapi benar-benar mempunyai kader dan jaringan yang bekerja,” tegasnya.
Ia juga memastikan pengurus akan turun langsung ke masyarakat hingga tingkat paling bawah.
“Kami akan turun dari desa ke desa, kelurahan, sampai lingkungan RT dan RW. Semua elemen masyarakat akan kami rangkul. Kami ingin mendengar langsung aspirasi mereka, sehingga keberadaan Hanura benar-benar dirasakan masyarakat Banjarbaru,” tambahnya.
Komitmen serupa disampaikan Ketua DPC Hanura Kota Banjarmasin, Siti Munawarah. Ia menegaskan bahwa langkah pertama setelah pelantikan adalah memperkuat komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat.
Dalam waktu dekat, pihaknya telah merencanakan agenda kunjungan ke sejumlah kecamatan hingga wilayah permukiman masyarakat untuk menyerap aspirasi secara langsung.
“Insyaallah, dalam dua minggu setelah pelantikan ini kami akan mulai melakukan kunjungan ke masing-masing kecamatan, bahkan hingga ke desa-desa dan lingkungan masyarakat. Kami ingin bersilaturahmi sekaligus mendengar langsung apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan warga,” jelas Siti.
Menurutnya, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dihimpun dan diteruskan kepada DPD Hanura Kalsel sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah dan program perjuangan partai.
“Bagi kami, masyarakat harus menjadi prioritas. Apa yang menjadi keluhan mereka akan kami tampung, kami catat, kemudian kami sampaikan kepada Ketua DPD agar dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti melalui program-program yang bisa diperjuangkan partai,” katanya.
Ia berharap, pendekatan langsung kepada masyarakat dapat membangun kepercayaan sekaligus memperkuat keberadaan Hanura di Kota Banjarmasin.
“Kami tidak ingin hanya datang ketika membutuhkan dukungan politik. Kami ingin hadir, menjalin silaturahmi, dan menjadi bagian dari masyarakat dalam berbagai situasi,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPC Hanura Kabupaten Banjar, Hj. Rizqo Farisha, menyampaikan bahwa kepengurusan yang dilantik saat ini merupakan langkah awal untuk menuntaskan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kecamatan.
Pihaknya menargetkan dalam dua minggu ke depan proses pembenahan dan pembentukan kepengurusan cabang dapat segera dirampungkan.
“Pengurus yang dilantik hari ini merupakan bagian dari langkah awal konsolidasi kami. Insyaallah, dalam dua minggu ke depan kami akan merampungkan pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan. Target kami, seluruh 20 kecamatan di Kabupaten Banjar dapat terjangkau dan memiliki jaringan organisasi Hanura,” ungkap Rizqo.
Ia menegaskan, pembentukan kepengurusan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan struktur organisasi, tetapi juga harus dibarengi dengan kegiatan nyata dan pendekatan langsung kepada masyarakat.
“Setelah kepengurusan di tingkat kecamatan terbentuk, kami akan melakukan silaturahmi sekaligus melihat langsung potensi dan kondisi masyarakat di masing-masing wilayah. Kami ingin mengembangkan Hanura agar kehadirannya dapat menjangkau seluruh pelosok Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Menurut Rizqo, luasnya wilayah Kabupaten Banjar menjadi tantangan tersendiri yang membutuhkan kerja sama dan komitmen seluruh kader.
Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus untuk membangun kekompakan serta bekerja secara berkesinambungan demi memperkuat basis partai.
“Tidak cukup hanya membentuk kepengurusan. Semua harus bergerak dan memiliki semangat yang sama. Kami ingin Hanura tumbuh dari bawah, dikenal masyarakat, dan mampu menjadi saluran aspirasi rakyat di seluruh wilayah Kabupaten Banjar,” tegasnya.
Pelantikan tiga DPC tersebut sekaligus mempertegas arah politik Hanura Kalsel dalam membangun kekuatan organisasi menuju Pemilu 2029.
Penguatan struktur kepengurusan, pembentukan jaringan PAC, serta pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi agenda yang harus segera dijalankan oleh seluruh pengurus yang baru dilantik.
Bagi DPD Hanura Kalsel, kekuatan partai tidak semata-mata diukur dari banyaknya pengurus atau atribut organisasi, tetapi dari kemampuan kader menjaga soliditas, menyerap aspirasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui konsolidasi yang terarah di Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kota Banjarbaru, Hanura Kalsel berharap dapat membangun kembali kepercayaan publik sekaligus memperkuat daya saing politik di Banua.
Dengan semangat kebersamaan dan kerja nyata, seluruh jajaran Hanura Kalsel kini dituntut membuktikan bahwa slogan Hati Nurani Rakyat bukan sekadar identitas partai, melainkan harus tercermin dalam tindakan dan keberpihakan kepada masyarakat.(lala)


