HULU SUNGAI UTARA – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Amuntai Tengah melaksanakan monitoring intensif terhadap perkembangan lahan pertanian jagung di wilayah hukumnya. Kegiatan ini difokuskan di lahan jagung Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Desa Muara Tapus, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), pada Jumat (09/10/2026) siang.
Monitoring yang dimulai pukul 14.30 WITA ini dipimpin oleh Bawas Piket Aipda M. Rifqy Maulidin, didampingi anggota jaga Aipda Sahat, M.T.S, S.H., Bripka Eko Wahyudi, dan Brigpol Hendra, S.S.T.ARS. Dengan menggunakan satu unit mobil patroli roda empat dan alat komunikasi HT Motorola APX 1000, petugas bergerak memantau langsung kondisi tanaman jagung di lapangan.
Kapolres HSU melalui Polsek Amuntai Tengah menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengontrol perkembangan lahan pertanian secara berkala guna mendukung kemandirian pangan nasional. Penguatan sektor pertanian domestik ini dinilai krusial untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak dan bahan pangan lokal secara mandiri.
Namun, berdasarkan hasil pantauan di lapangan, petugas mencatat sebagian besar lahan jagung milik petani saat ini sedang mengalami kondisi kekeringan. Menyikapi hal tersebut, Polsek Amuntai Tengah berkomitmen untuk terus mengawal dan memetakan dampak kekeringan ini.
"Kami akan tetap memonitor secara intensif perkembangan lahan pertanian yang terdampak kekeringan. Data dan hasil pantauan ini penting agar kami dapat memberikan rekomendasi serta mengambil langkah-langkah strategis selanjutnya bersama instansi terkait guna membantu para petani," ujar perwakilan Polsek Amuntai Tengah dalam laporannya.
Melalui semangat kepolisian yang Hebat, Sigap, Unggul untuk Masyarakat, Polri berkomitmen hadir di tengah masyarakat tani untuk mencari solusi terbaik di tengah kendala cuaca. Seluruh rangkaian kegiatan pemantauan tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.


