AMUNTAI – Menindaklanjuti komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Kepolisian Sektor (Polsek) Babirik melaksanakan kegiatan monitoring berkala terhadap perkembangan sektor pertanian di wilayah hukumnya. Pada Selasa, 13 Oktober 2026 sekitar pukul 09.00 WITA, Kapolsek Babirik beserta personel turun langsung mengecek lahan pertanian di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah.
Kegiatan ini difokuskan pada pemantauan pertumbuhan komoditas tanaman jagung kuartal III yang dikelola oleh Kelompok Tani (Poktan) "Berkat Setia". Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan proses produksi berjalan optimal serta mengantisipasi kendala yang dihadapi petani di lapangan.
Berdasarkan hasil peninjauan langsung di lahan seluas 3 hektar milik Bapak Bahri, yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Poktan Berkat Setia, tanaman jagung pakan varietas Bisi 18 tersebut dilaporkan tumbuh dengan sangat baik.
Hingga pertengahan Oktober ini, usia tanam jagung telah memasuki 84 Hari Setelah Tanam (Hst) sejak pertama kali ditanam pada 21 Juli 2026. Data teknis di lapangan menunjukkan tinggi rata-rata tanaman saat ini telah mencapai 182 cm.
Dalam proses perawatannya, Poktan Berkat Setia memanfaatkan bibit sebanyak 75 bungkus atau setara 75 kg. Guna memacu pertumbuhan yang optimal, petani menggunakan pupuk berkualitas jenis NPK Mutiara 16.16.16 serta herbisida Basmilang untuk mengendalikan gulma, tanpa penggunaan pestisida kimia tambahan. Seluruh proses pengolahan lahan dan perawatan sejauh ini masih menggunakan alat mesin pertanian (alsintan) secara manual.
Melihat visual dan laju pertumbuhan tanaman saat ini, estimasi panen raya untuk komoditas jagung pakan ini diproyeksikan jatuh pada 21 November 2026 mendatang.
Kapolsek Babirik menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah-tengah petani merupakan bentuk nyata dari semboyan "Polisi Bersama Masyarakat". Melalui sinergi yang kuat antara aparat kepolisian dan kelompok tani, diharapkan hasil panen kuartal III ini dapat melimpah sehingga mampu memperkuat stabilitas pangan dan mendongkrak perekonomian masyarakat lokal.


