AMUNTAI,— Warga Desa Telaga Hanyar, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), digemparkan dengan penemuan jasad seorang pria paruh baya yang tergeletak di tengah jalan menuju sumur umum desa, Senin (12/10/2026) sekitar pukul 15.30 WITA.
Korban diketahui bernama Juhrani (55), warga Desa Patarikan RT 03, Kecamatan Banjang. Sehari-hari, korban diketahui berprofesi sebagai pedagang yang menjalankan usaha jual-beli sepeda motor bekas.
Penemuan jasad tersebut sontak mengundang perhatian warga. Dari kondisi dan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban diduga meninggal akibat tindak kekerasan. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan kepolisian.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Nana, Ketua RT 1 Desa Telaga Hanyar. Saat itu, saksi sedang berjalan kaki menuju sumur umum desa untuk mandi.
Di tengah perjalanan, Nana melihat seorang laki-laki tergeletak di badan jalan. Setelah memastikan kondisi korban dan menyadari bahwa pria tersebut sudah tidak bernyawa, saksi kemudian bergegas melaporkan kejadian itu kepada Kepala Desa Telaga Hanyar.
“Saksi kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada pihak desa untuk meminta pertolongan. Selanjutnya, pihak desa menghubungi Polsek Amuntai Selatan,” Ungkap Iptu Asep HZ Kasi Humas Polres HSU
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Amuntai Selatan IPDA Suharnowo, S.H. bersama personel kepolisian dan Unit Identifikasi Polres HSU langsung mendatangi lokasi kejadian.
Petugas kemudian mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan serangkaian tindakan kepolisian, termasuk pemeriksaan lokasi, olah TKP, pengumpulan barang bukti serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Petugas langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti serta keterangan saksi di lokasi kejadian,” ujar Iptu Asep lagi.
Setelah proses olah TKP selesai, jasad Juhrani dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Pembalah Batung Amuntai untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban sekaligus mengetahui apakah terdapat indikasi tindak pidana penganiayaan.
Hingga kini, Polsek Amuntai Selatan bersama Unit Identifikasi Polres HSU masih melakukan penyelidikan intensif. Polisi juga masih mendalami keterangan para saksi serta mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Kepolisian belum menyampaikan secara rinci mengenai identitas terduga pelaku maupun motif di balik dugaan penganiayaan tersebut. Perkembangan kasus masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan pendalaman penyidik.
Kasus penemuan jasad tersebut kini dalam penanganan aparat kepolisian guna mengungkap secara terang penyebab kematian Juhrani serta memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.(@dw).


