BANJARMASIN, – Forum Demokrasi Millenial (FDM) Kota Banjarmasin menggelar Majelis Demokrasi: Dialog Publik "PLN dan Pelayanan Publik" sebagai wadah terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, hingga mempertanyakan akuntabilitas pelayanan PT PLN (Persero) terkait kembali terjadinya pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Selatan.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026, pukul 14.00 WITA hingga selesai, bertempat di Sikteen Coffee, Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin, tersebut mengusung tema besar "Mengapa Listrik Menyala Bergilir Kembali Terjadi Lagi?"
Dalam forum tersebut, FDM menghadirkan Dr. Muhammad Uhaib As'ad, M.Si, akademisi, peneliti, sekaligus Direktur Kajian Ekonomi Politik dan Kebijakan Publik Kalimantan Selatan sebagai narasumber.
Sementara jalannya diskusi akan dipandu oleh Helmi Yahya, Koordinator Daerah Forum Demokrasi Millenial Kota Banjarmasin.
FDM juga menyampaikan undangan secara terbuka kepada jajaran Manajemen PT PLN (Persero) UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah untuk hadir secara langsung memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai penyebab pemadaman listrik yang kembali terjadi serta langkah-langkah perbaikan yang telah dan akan dilakukan.
"Kami mengundang seluruh masyarakat yang merasakan keresahan akibat pemadaman listrik untuk hadir. Datanglah membawa pertanyaan, pengalaman, bahkan kritik secara langsung kepada pihak PLN dalam forum yang terbuka dan beradab," Ujar Helmi dari kordinator Forum Demokrasi Millenial, mengajak masyarakat yang disampaikan dalam keterangannya, Selasa (28/07/2026).
Menurutnya, dialog publik tersebut bertujuan membangun ruang komunikasi yang sehat antara masyarakat dan penyelenggara layanan publik sehingga persoalan yang berkembang tidak hanya menjadi perbincangan di media sosial, tetapi juga dapat didiskusikan secara langsung dengan pihak yang berwenang.
"Jangan hanya mengeluh di media sosial. Saatnya berbicara langsung dalam forum terbuka. Sampaikan keresahan, kerugian, pertanyaan, maupun masukan agar dapat didengar secara langsung oleh pihak terkait," ujarnya lagi.
Forum Demokrasi Millenial menegaskan bahwa kegiatan ini bersifat terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ruang dialog yang konstruktif, bukan sekadar ajang penyampaian kritik. Selain menyuarakan aspirasi masyarakat, forum tersebut juga diharapkan mampu menghasilkan solusi dan memperkuat akuntabilitas pelayanan publik.
Sebagai penutup, Helmi Yahya, juga menyampaikan ajakan dengan gaya yang lebih santai kepada masyarakat untuk ikut meramaikan kegiatan tersebut.
"Kalau ada yang benar-benar ingin bertemu langsung dengan pihak PLN, inilah momennya. Datang, tanyakan, dengarkan jawabannya, dan mari berdialog secara terbuka."
Melalui dialog ini, Forum Demokrasi Millenial berharap komunikasi antara masyarakat dan penyelenggara layanan kelistrikan dapat berlangsung secara terbuka, sehingga berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik dapat dijelaskan secara langsung dengan tetap mengedepankan etika, transparansi, dan semangat mencari solusi bersama.(reds)


