Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Banjang Pantau Lahan Swasembada Jagung di Hulu Sungai Utara

Lensa Kalimantan
, 7/05/2026 07:08:00 PM WIB Last Updated 2026-07-05T12:08:01Z
---

HULU SUNGAI UTARA,– Kepolisian Sektor (Polsek) Banjang terus berkomitmen mendukung program swasembada pangan nasional. Komitmen ini ditunjukkan melalui aksi nyata jajaran personel Polsek Banjang yang turun langsung memantau perkembangan lahan jagung binaan di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Minggu (5/7/2026).


Pemantauan yang dimulai sejak pukul 11.00 WITA ini dipimpin oleh Aiptu Soeyatmin, SH, bersama Aipda Nasrullah dan Briptu Zakir.Plh Kapolsek Banjang menyatakan bahwa monitoring ini merupakan bagian dari tanggung jawab Polri dalam mengawal program ketahanan pangan, khususnya di wilayah hukum Polsek Banjang. 


Lahan jagung seluas 4 hektar (40.000 meter persegi) milik Sadikin, salah satu anggota Kelompok Tani (Poktan) Mandiri, menjadi fokus perhatian karena merupakan salah satu sektor binaan langsung Polri.


"Kami ingin memastikan seluruh proses ekosistem pertanian di lahan binaan ini berjalan optimal. Kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk mendampingi petani, memantau kendala, serta memastikan target swasembada pangan di tingkat desa dapat tercapai," ujar Plh Kapolsek Banjang dalam keterangannya, Minggu.


Berdasarkan hasil pemantauan di titik koordinat -2,4524030, 115,3834800 tersebut, komoditas yang ditanam merupakan jenis jagung pakan varietas Hibrida Bisi 18. Sejak ditanam pada 12 Mei 2026 lalu, tanaman jagung setinggi 160 hingga 190 sentimeter tersebut kini telah memasuki usia 55 hari.


Pihak Polsek Banjang optimis proyeksi panen dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan."Hingga usia tanam 55 hari ini, pertumbuhan vegetatif jagung sangat baik dan sehat berkat penggunaan pupuk NPK 16.16.16 serta kapur dolomit. 


Jika tidak ada kendala cuaca atau hama, estimasi panen raya akan jatuh pada tanggal 10 Oktober 2026 mendatang," tambah Plh Kapolsek.


Meskipun pengelolaan dan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) di lahan milik Sadikin ini masih dilakukan secara manual, produktivitasnya dinilai tetap menjanjikan. 


Total bibit yang dihabiskan untuk lahan 4 hektar tersebut mencapai 100 kilogram (100 bungkus), dengan perawatan gulma menggunakan herbisida Basmilang.


Kegiatan monitoring yang berakhir siang hari tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Langkah proaktif ini sejalan dengan visi Presisi Polres HSU untuk mewujudkan Polri yang Hebat, Sigap, dan Unggul demi masyarakat, sekaligus bersinergi mendukung fondasi menuju Indonesia Emas.(hms)

Komentar

Tampilkan

Terkini