Polsek Banjang Pantau Lahan Jagung 4 Hektar di Desa Pulau Damar

Lensa Kalimantan
, 7/21/2026 03:05:00 AM WIB Last Updated 2026-07-20T20:05:29Z
---

BANJANG,- Kepolisian Sektor (Polsek) Banjang terus mengawal program ketahanan pangan nasional dengan melakukan monitoring intensif terhadap lahan swasembada jagung pakan di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan.


Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan berbasis pembinaan kelompok tani.


Lahan jagung seluas 4 hektar (40.000 meter persegi) milik seorang warga bernama Sadikin kini menjadi salah satu fokus perhatian. Sadikin merupakan anggota Kelompok Tani (Poktan) Mandiri, yang menjadi poktan binaan langsung jajaran Polres HSU.


## Perkembangan Tanaman Positif

Kapolsek Banjang menyatakan bahwa pemantauan yang dilakukan oleh personelnya menunjukkan hasil yang sangat positif. Tanaman jagung jenis Hibrida Bisi 18 tersebut saat ini telah memasuki usia tanam 69 hari sejak ditanam pada 12 Mei lalu.


"Berdasarkan pantauan langsung anggota di lapangan, pertumbuhan vegetatif jagung sangat baik. Tinggi tanaman saat ini bervariasi antara 2 hingga 2,1 meter," ujar Kapolsek Banjang dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).


Pihaknya menambahkan bahwa optimalnya pertumbuhan ini tidak lepas dari perawatan yang konsisten oleh pemilik lahan. Petani memanfaatkan pupuk NPK 16.16.16 yang dikombinasikan dengan kapur Dolomit untuk menjaga keasaman tanah, serta penggunaan herbisida Basmilang untuk mengendalikan gulma.


Semua proses penanaman dan perawatan sejauh ini masih dilakukan secara manual menggunakan tenaga manusia tanpa alat mesin pertanian (alsintan) berat.


## Target Panen Bulan Oktober

Dengan total bibit yang dihabiskan mencapai 100 kilogram (100 bungkus), komoditas jagung pakan ini diproyeksikan akan memberikan hasil panen yang melimpah bagi pemenuhan kebutuhan pakan ternak di wilayah HSU dan sekitarnya.


"Jika seluruh proses pemeliharaan berjalan lancar tanpa kendala cuaca ekstrem atau serangan hama, estimasi panen raya dijadwalkan jatuh pada tanggal 10 Oktober 2026 mendatang," jelas Kapolsek.


Kegiatan monitoring lapangan kali ini dipimpin oleh Ka Jaga Aiptu Noryadi, didampingi dua anggota Polsek Banjang, Brigadir Fahmi Rachman dan Briptu M. Alfito Gusna. Selain memeriksa kondisi fisik tanaman, petugas juga berdialog dengan petani untuk menyerap aspirasi dan kendala yang dihadapi di lapangan.


Kapolsek Banjang menegaskan bahwa pengawalan sektor pertanian ini sejalan dengan semangat Polri Presisi dalam mewujudkan sinergi menuju Indonesia Emas. Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di daerah hukum Polsek Banjang dilaporkan tetap aman dan kondusif.

Komentar

Tampilkan

Terkini