Tewas Diamuk Massa karena Curi Ayam, Ketiga Anak Korban Terus Menangis Histeris

Lensa Kalimantan
, 7/26/2026 11:56:00 AM WIB Last Updated 2026-07-26T07:04:14Z
---

 


Terduga pelaku pencurian ayam jago berinisial KD (pria asal Buleleng) tewas setelah dikeroyok massa di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali pada Jumat (24/7/2026) dini hari.

TABANAN, BALI – Aksi main hakim sendiri kembali memakan korban jiwa di wilayah Bali. Seorang pria berinisial KD, warga asal Kabupaten Buleleng, dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi sasaran amukan warga. Insiden tragis ini terjadi setelah korban tertangkap tangan saat hendak mencuri seekor ayam aduan di wilayah Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (24/7/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA.


Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian, peristiwa bermula saat KD menyusup ke kawasan permukiman warga dan mengambil seekor ayam aduan milik warga setempat bernama I Wayan Adi Suteja (31). Namun, aksi pelaku tepergok oleh warga yang langsung meneriakinya.


Emosi warga yang telah lama resah akibat maraknya kasus kehilangan ayam aduan di wilayah tersebut seketika memuncak. Massa yang berkumpul dalam waktu cepat langsung mengepung dan mengeroyok terduga pelaku secara membabi buta hingga KD meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Tidak hanya melakukan kekerasan fisik fisik, massa yang tersulut amarah juga membakar hingga hangus satu unit sepeda motor yang dikendarai oleh pelaku.


Aparat dari Polsek Baturiti tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 02.00 WITA setelah menerima laporan dari masyarakat. Saat petugas sampai, pelaku ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di TKP.



Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menegaskan bahwa pihak kepolisian saat ini masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa tersebut dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam aksi pengeroyokan.


"Kami memahami keresahan masyarakat terkait maraknya kasus pencurian hewan ternak. Namun, tindakan main hakim sendiri hingga menghilangkan nyawa seseorang tidak dapat dibenarkan oleh hukum. Kami mengimbau masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya penanganan setiap dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum," ujar Iptu Wiwik dalam keterangannya.


Di sisi lain, perwakilan keluarga korban, Sutama, menyatakan telah mengikhlaskan kepergian KD sebagai sebuah musibah dan memilih untuk tidak melakukan laporan atau tuntutan hukum balik atas pengeroyokan tersebut. Korban diketahui meninggalkan tiga orang anak yang kini dirundung duka mendalam karena kehilangan sosok ayah.(red)

Komentar

Tampilkan

Terkini